Jawa Barat - Bisnis.com
Jum'at, 24 Mei 2019
header atas

Kemenpar Susun Rencana Aksi Wisata Halal Di Jawa Barat

Tegar Arief Rabu, 24/04/2019 16:23 WIB
Kemenpar Susun Rencana Aksi Wisata Halal di Jawa Barat
Antara
Ahmad Subaidi

Bisnis.com, BANDUNG - Kementerian Pariwisata tengah menyusun rencana aksi wisata halal di kawasan Jawa Barat. Provinsi ini dipilih karena memiliki potensi yang cukup besar untuk pengembangan wisata halal.

Untuk meningkatkan sosialisasi mengenai wisata halal, Kemenpar juga menggelar Focus Group Discussion "Penyusunan Desain, Strategi, dan Rencana Aksi Pariwisata Halal Jawa Barat yang digelar di Bandung.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Area I Jakarta-Banten Kementerian Pariwisata Wastutik mengatakan, wisata halal telah menjadi satu tren yang sedang difokuskan di Indonesia.

Maka tak heran jika dalam tempo 5 tahun terakhir, Indonesia mampu menjadi negara terbaik di Global Muslim Travel Index (GMTI), mengungguli 130 destinasi lain di seluruh dunia.

"Ini merupakan potensi jumlah dan intensitas belanja wisata muslim yang sudah mengincar Indonesia untuk dijadikan perjalanan wisata," kata dia dalam keterangan resmi, Rabu (24/4/2019).

Berdasarkan catatan Kemenpar, pertumbuhan industri wisata halal pada 2018 menjadi yang terbesar dari sektor pariwisata dengan kunjungan wisatawan muslim mencapai 140 juta. Pemerintah menargetkan, pada 2026 kunjungan wisatawan muslim akan mencapai 230 juta dengan transaksi belanja US$ 180 miliar.

Pertumbuhan wisata halal Indonesia pada 2018 mencapai 42%. Sedangkan terget kunjungan wisatawan halal dunia ke Indonesia pada tahun ini sejumlah 5 juta atau tumbuh 42%, jika dibandingkan tahun lalu yang hanya sebanyak 3,5 juta.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menambahkan, destinasi wisata halal yang ada di Indonesia lebih baik dibanding negara lain. Kondisi ini diperkuat dengan terpilihnya Bali yang dinobatkan sebagai Favourite Adventure Destination buat wisatawan asal Timur Tengah.

Saat ini, Kemenpar terus mendorong daerah-daerah lainya untuk meningkatkan pariwisata halal, melalui Indonesia Muslim Travel Index (IMTI). Program ini bekerja sama dengan Mastercard-CrescentRating. Acuannya pun mengacu pada standar global Global Muslim Travel Index (GMTI).

"IMTI menghadapkan masing masing daerah untuk menumbuhkan wisata halal di setiap destinasi. Ada komitmen yang kuat dari setiap elemen pemerintah dan pertumbuhan yang signifikan dari pemain industri pariwisata halal," jelas Arief.

Kepala Dinas Industri Pariwisata Provinsi Jawa Barat Edi Setiadi mengatakan, pemerintah provinsi Jawa Barat telah melakukan langkah cepat untuk mewujudkan Jabar Juara melalui pariwisata halal.

"Hal tersebut terbukti dari peringkat Jabar yang menempati posisi ke-6 sebagai wisata halal terbaik di Indonesia. Terget kami masuk tiga besar pada tahun 2020," kata Edy.

Dia menambahkan, sejumlah hal yang menjadi fokus pekerjaan serta pembenahan potensi pariwisata halal terkait access, communication, environment, dan services yang menjadi kriteria acuan standar global MTI.

Menurutnya, pihaknya telah menetapkan lima wilayah yang harus terus dimaksimalkan selain melakukan pengembangan, yakni Bogor, Sukabumi, Karawang, Metro Bandung, Bandung Raya, Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan) dan Cianjur.

"Bandung dan Cianjur punya potensi yang sangat potensial," ucapnya. Dia menambahkan, masih banyak potensi yang bisa digali di Jawa Barat. Diantaranya kebun raya kuningan, pegunungan, laut, pantai, kebudayaan, religi.

Seluruh destinasi tersebut masih dalam tahap inventarisasi. Pasalnya, peningkatan amenitas akses harus dikoordinasikan lintas dinas. Selain itu, pihaknya tengah mengupayakan adanya kebijakan terkait pariwisata dengan aturan yang memayungi pemerintah kabupaten kota.

"Kita berharap, wilayah di Jabar punya daerah wisata halal yang baik. Kemarin sudah dikumpulkan kepala dinas semua pemerintah kabupaten kota untuk membangun komitmen," ujarnya.