Jawa Barat - Bisnis.com
Jum'at, 24 Mei 2019
header atas

Kabiro Humas & Protokoler Jabar Bantah Kampanyekan Istri Saat Dinas

Wisnu Wage Sabtu, 20/04/2019 10:17 WIB
Kabiro Humas & Protokoler Jabar Bantah Kampanyekan Istri Saat Dinas

Bisnis.com,BANDUNG - Kabiro Humas dan Protokol Setda Jabar Hermansyah membantah adanya muatan politis saat memperkenalkan istrinya ke jajaran staf Humas dan Protokol.

Dia juga membantah saat dituding tidak netral lantaran istrinya merupakan salah satu calon anggota legislatif (caleg) Partai Perindo. Menurutnya, perkenalan itu masih terkait dengan kegiatan kedinasan.

"Sebenarnya itu tidak benar. Saya memang orang baru, jadi sangat wajar jika saya mau mengenalkan istri saya pada saat itu," katanya di Gedung Sate, Bandung, kemarin.

Dia menjamin netralitas dan tidak melakukan pengarahan apapun terkait pencalonan istrinya. " Saya rasa tidak perlu dipersoalkan netralitas itu, saya sangat menjaga netralitas itu, saya jamin bahwa ASN di Gesat ini terutama di Biro Humas itu sangat netral," tegasnya.

Hermansyah menegaskan tidak pernah memerintahkan staf untuk memilih ataupun memberikan instruksi politik tertentu. Dia merasa perlu memperkenalkan istrinya agar dikenal baik selama mendampingi urusan kedinasan.

"Jadi itu biasa saja silaturahmi saya kenalkan istri saya sebagai kepala biro karena kan suka banyak kegiatan yang menyangkut kegiatan ibu-ibu. Mungkin ketika istri saya ada di sini, ini siapa sih yang bolak balik tanpa ada yang tahu. Jadi ini hanya mengenalkan," paparnya.

Dia lantas merekontruksi ucapannya saat mengumpulkan staf di Ruang Papandan Gedung Sate sehari sebulum pencoblosan.

"Jadi begini saya itu intronya susah mengenalkan istri saya di lingkungan kantor ini karena profesi yang sangat berbeda. Satu saya ASN yang menjaga netralitas, istri saya yang terjun ke dunia politik. Jadi tidak seperti kebanyakan pasangan. Bisanya ASN dengan ASN, orang politik dengan pengusaha," paparnya.

Saat itu, kata dia, tidak ada satupun kata minta tolong ke staf untuk memilih sang istri. Terkait pembagian kartu nama berlogo Perindo menurutnya merupakan sesuatu yang wajar dan kebetulan.

"Soal kartu nama itu sangat wajar ketika orang berkenalan, ketika saya berikan kartu nama pasti logonya saya orang pemprov ya pemprov, pengusaha ya berikan perusahaan di kopnya. Dia kebetulan politisi kartu namanya emang dituliskan nama Perindo, tapi tidak ada ajakan," tuturnya.