Jawa Barat - Bisnis.com
Jum'at, 24 Mei 2019
header atas

KEK Pangandaran Ditolak, Ridwan Kamil Janji Perbaiki Proposal

Wisnu Wage Selasa, 02/04/2019 15:21 WIB
KEK Pangandaran Ditolak, Ridwan Kamil Janji Perbaiki Proposal

Bisnis.com, BANDUNG - Pengajuan kawasan ekonomi khusus (KEK) Pangandaran ditolak oleh pemerintah pusat. Alasannya, seluruh lokasi itu tidak boleh dikhususkan untuk kawasan pariwisata.

"Harus ada komponen lain, jadi pariwisata dan teknologi maritim, mudah-mudahan bisa lolos dalam dua bulan ini," kata Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Trans Luxury Hotel, Bandung, Selasa (2/4/2019).

Menurutnya, komite KEK meminta tambahan agar Pangandaran tidak mutlak menjadi lokasi pariwisata namun ada misi pendidikan. Karena itu dalam perbaikan persyaratan ke depan, pihaknya akan memberi porsi 80% bagi pariwisata dan 20% teknologi kemaritiman. "Kita sudah paham, bayi pertama butuh penyesuaian," ujarnya.

Di sisi lain, tidak tertutup kemungkinan kawasan Cikidang, SUkabumi akan lebih dulu menyandang KEK karena persiapan yang lebih matang. Namun Emil menegaskan tidak ada perbedaan perlakuan antara Pangandaran dan Cikidang.

"Dua-duanya difokuskan, ini masalah penjadwalan saja dan masalah administrasi," katanya.

Selain dua KEK di atas, pihaknya juga sudah menyiapkan KEK Aerocity Kertajati, KEK Walini, KEK Jatigede, dan KEK pulau pesisir Cirebon.

Sebelumnya, KEK Pangandaran dijanjikan akan ditetapkan Maret 2019 oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya. Namun target itu gagal karena Pangandaran harus memperbaiki dokumen pengajuan.

“Intinya Pemerintah Provinsi dan pihak pemrakarsa telah memberikan dokumen pada Dewan KEK, Pusat. Saya dapat informasi, Pangandaran diminta dibahas ulang,” kata Kepala Bappeda Jabar Taufiq BS di Bandung, kemarin.

Menurutnya, pemerintah pusat mengembalikan seluruh berkas Pangandaran agar kembali dilengkapi oleh Pemprov dan badan usaha pemkrakarsa. “Harus diperbaiki dokumennya, karena itu dikembalikan semua, itu informasi terakhir yang saya dapat,” ujarnya.