Jawa Barat - Bisnis.com
Minggu, 20 Januari 2019

BPPD Jabar: Pariwisata Diharapkan Jadi Lokomotif Ekonomi

Novianti Sabtu, 22/12/2018 10:02 WIB
BPPD Jabar: Pariwisata Diharapkan Jadi Lokomotif Ekonomi
BPPD Jabar: Pariwisata Diharapkan Jadi Lokomotif Ekonomi
Bisnis/Novi

Bisnis.com, BANDUNG – Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Jawa Barat berharap pariwisata bisa menjadi lokomotif ekonomi Jawa Barat di tahun 2019 mendatang.

Ketua BPPD Jawa Barat Cecep Rukmana mengatakan untuk mewujudkan harapan itu, pariwisata memerlukan dukungan dari sektor-sektor lainnya mulai dari hulu hingga ke hilir.

Dalam bidang pemasaran, peran pemangku kepentingan yang berada di hulu adalah Kementerian Pariwisata. Kementerian berperan untuk menciptakan dan membangun country image. Di bawah kementerian, pemerintah provinsi berperan untuk menyiapkan dan membangun destinasi.

Badan Promosi Pariwisata Daerah berperan untuk mempromosikan destinasi yang telah disiapkan pemerintah provinsi. Nantinya, kesiapan destinasi tersebut dijual oleh tur operator kepada wisatawan mancanegara atau domestik. Di hilir, para pelaku pariwisata berperan melayani wisatawan.

“Promosi yang dilakukan harus diimbangi dengan aksesibilitas dan amenitas yang memadai serta atraksi yang dibuat semenarik mungkin,” ujar Cecep, Jumat (21/12/2018).

Cecep memaparkan, BPP memiliki misi untuk menginformasikan, memengaruhi dan merangsang datangnya wisatawan mancanegara ke Jawa Barat. Melalui misi tersebut, BPP ingin Jawa Barat tak hanya menjadi lokomotif ekonomi penduduknya, tapi juga menjadi destinasi wisata favorit di Asia-Pasifik tahun 2023 mendatang.

Karena itu, berbagai strategi digencarkan seperti membidik sasaran wisatawan mancanegara dan domestik. Sasaran wisatawan mancanegara yang dibidik antara lain Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, China, Jepang, Korea, Belanda dan Arab Saudi. Sementara itu, wisatawan domestik yang dibidik adalah provinsi, kota atau kabupaten yang terhubung secara aksesibilitas dengan wilayah Jawa Barat.

Promosi BPPD Jabar dilakukan melalui empat cara antara lain penjualan personal melalui presentasi, road show dan mengikuti event pariwisata. Cara lainnya adalah promosi melalui media sosial, penjualan langsung serta publikasi lewat media massa dan publik relasi.

“Kami tidak pernah melakukan promosi melalui iklan karena anggaran yang terbatas,” katanya.

Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat, kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik ke Jawa Barat mengalami peningkatkan sejak tahun 2014.

Tahun 2014, kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 1,9 juta orang. Tahun 2015 mencapai 2 juta orang dan tahun 2016 mencapai 4,4 juta orang. Sedangkan, kunjungan wisatawan domestik tahun 2014 mencapai 47 juta orang, tahun 2015 mencapai 56 juta orang dan tahun 2016 mencapai 58 juta orang.

Cecep berharap, wisatawan mancanegara dan domestik yang datang ke Jawa Barat lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya di tahun 2019 mendatang.