Jawa Barat - Bisnis.com
Minggu, 20 Januari 2019

FFI Bangun Pusat Produksi Susu Sapi Modern Pertama Di Indonesia

Dea Andriyawan Selasa, 11/12/2018 17:47 WIB
FFI Bangun Pusat Produksi Susu Sapi Modern Pertama di Indonesia
Dairy Village FFI di Subang
Bisnis

Bisnis.com, SUBANG — PT Frisian Flag Indonesia (FFI) membangun Dairy Village di Ciater, Subang, Jawa Barat. Pusat produksi susu ini menjadi peternakan sapi perah pertama di Indonesia yang menggunakan sistem modern serta terintegrasi.

Presiden Direktur FFI Maurits Klavert mengatakan, Dairy Village ini diharapkan mampu menjadi percontohan bagi sistem peternakan sapi perah yang ada di Indonesia.

“Tentu ini walaupun belum bisa berkontribusi besar terhadap swasembada sapi nasional, namun bisa menjadi contoh bagaimana membangun industri sapi yang baik,” kata dia usai peresmian di Diary Village, di PTPN VIII Ciater Subang, Selasa (11/12).

Di lahan seluas satu hektare ini, dibangun sejumlah fasilitas, yakni rumah perah, tangki pendinginan dan fasilitas pengolahan kotoran sapi. Ada juga fasilitas pelatihan bagi masyarakat sebagai bentuk proses transfer knowledge.

Ia pun berterimakasih terhadap pemerintah yang dalam hal ini PTPN VIII Ciater yang bersedia menyewakan lahan untuk pembangunan Dairy Village ini.

Maurits mengatakan, memang saat ini pemenuhan kuatitas dan kualitas sapi dalam negeri masih jauh dari cukup. Sehingga dengan percontohan produksi susu sapi berbasih peternakan rakyat ini mampu menjadi pemicu bagi gairah dunia peternakan lokal dalam meningkatkan produksinya.

“Di Dairy Village, peternak sapi perah KPSBU Lembang akan mempelajari praktik peternakan sapi perah yang baik secara intensif, yng bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi susu perah,” kata Maurits.

Lebih jauh, dia menjelaskan secara umum produksi susu oleh industri pengolahan yang bersumber dari dalam negeri hanya 20% saja. Sedangkan 80% sisanya bersumber dari luar negeri.

Ia memastikan, dengan dibangunnya Dairy Village ini diharapkan peternak yang bergabung juga menikmati kesejahteraan dengan memberikan kemudahan permodalan sehingga kepemilikan sapi bisa bertambah menjadi delapan ekor sapi dari yang asalnya hanya tiga hingga empat ekor saja.

“Nanti peternak yang menginvestasikan sapinya di Dairy Village bukan hanya mendapat gaji, tapi juga akan mendapat sharing profit,” kata dia.

Sementara itu, menurut DDP dan FDOV project manajer FFI, Akhmad Sawaldi biaya yang dihabiskan untuk pembangunan desa ini sebesar Rp16 miliar. Dana tersebut 40 persennya berasal dari Pemerintah Kerajaan Belanda untuk mendukung pemenuhan kebutuhan perusahaan asal negara kincir angin tersebut.

“Sisanya dari perusahaan yang bersangkutan,” kata dia.

Ia memastikan, dengan dibangunnya Dairy Village ini, FFI akan melakukan pendampingan dalam proses produksi susu sapi dengan kuantitas dan kualitas yang baik. Tentunya ditunjang dengan fasilitas dan pendanaan yang baik.

Dengan sistem peternakan sapi perah modern ini, pihaknya akan meningkatkan produktivitas susu hingga 100%.

“Target dari desa susu ini adalah meningkatkan produktivitas susu peternak dalam negeri dari kisaran 10-12 liter per sapi per hari menjadi 20 liter per sapi per hari,” kata dia.

Ketua Koperasi Peternak Sapi Bandung Utara, Deddy Setiadi mengungkapkan, pihaknya menyambut baik dukungan pilot project pembangunan sistem peternakan modern sapi perah ini. Ia pun berharap dengan pembangunan ini mampu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman peternak lokal dalam menerapkan secara praktis peternakan sapi perah.

Ia pun berharap pemerintah mampu menyerap sistem peternakan sapi perah ini untuk direplikasi dan dibangun di daerah lainnya.

“Kalau sistem ini direplikasi di daerah lain, mungkin produksi susu sapi akan terus meningkat hinngga 15 liter," katanya.