Jawa Barat - Bisnis.com
Rabu, 21 November 2018

Analis : Saham Bank Mandiri Berpotensi Capai Rp 8 Ribu Di Akhir Tahun Ini

Kahfi Senin, 22/10/2018 20:40 WIB

 
 
 
Bisnis.com, BANDUNG- Pencapaian kinerja keuangan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) yang tumbuh 20 persen pada kuartal III 2018, akan mendorong pergerakan saham bank pelat merah tersebut di level Rp 8 ribu pada akhir tahun ini.
 
‎Kepala Riset Narada Kapiral Indonesia Kiswoyo Adi Joe‎ mengatakan, harga saham BMRI saat ini di posisi Rp 6.400-an terbilang sangat murah dan menjadi waktu yang tepat untuk membelinya.
 
"Saya melihat sekarang waktunya koleksi atau beli saham Bank Mandiri, karena pada akhir tahun diperkirakan bisa ke level Rp 8 ribu," ujar Kiswoyo saat dihubungi, Jakarta, Senin (22/10/2018).
 
Selain laba yang positif‎ pada kuartal III 2018, kata Kiswoyo, prediksi direksi bank pelat merah tersebut yang percaya labanya naik sekitar 10 persen sampai 20 persen pada akhir tahun ini, turut mendorong saham BMRI dapat mencapai Rp 8 ribu.
 
"Cukup realistis untuk labanya di akhir tahun tumbuh 10 persen sampai 20 persen, ucap Kiswoyo.
 
Sementara terkait tantangan perbankan pada akhir 2018, dirinya melihat masih seputar tren suku bunga yang akan naik kembali dan ini perlu disiasati dengan baik oleh perbankan tanah Air.
 
"‎Tapi kenaikan suku bunga belum tentu menekan keuntungan bank, apalagi bank-bank besar seperti Bank Mandiri, dia akan melihat bank lain juga, apakah harus menaikkan bunga kreditnya, atau depositonya," ujar Kiswoyo.
 
Kiswoyo melihat, kenaikan suku bunga kredit dapat berdampak terhadap Non Performing Loan (NPL) atau kredit macet dan hal ini sangat menjadi pertimbangan perbankan. 
 
"NPL mereka harus dijaga jika menaikkan bunga kreditnya," ucapnya.
 
Senior Analis Kresna Sekuritas Franky Rivan menyampaikan dalam risetnya, kinerja Bank Mandiri‎ kuartal III 2018 mengalami peningkatan, dimana kredit tumbuh 13,8 persen, NPL terjaga di level 3 persen dan NIM tumbuh 5,54 persen.
 
"‎Kami rekomendasikan beli (dari sebelumnya menahan/hold), dengan target harga Rp 7.350 per saham. Sekarang BMRI diperdagangkan pada valuasi price book 1,7 kali," tulisnya.
 
Pada kuartal III 2018‎, Bank Mandiri mendulang keuntungan tumbuh 20 persen menjadi Rp 18,1 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp 15,1 triliun.
 
Laba tersebut didorong oleh pendapatan bunga bersih yang tumbuh 4,2 persen menjadi Rp 40,4 triliun dari periode yang sama tahun 2017 senilai Rp 38,8 triliun.
 
Sementara laba bersih pada akhir tahun ini diprediksi direksi Bank Mandiri dapat tumbuh 10 persen sampai 20 persen secara tahunan, atau menjadi Rp 22 triliun sampai Rp 24 triliun.