Jawa Barat - Bisnis.com
Sabtu, 25 Mei 2019
header atas

Ngopi Sarosna Vol.6: Emil Janji Bawa Kopi Jabar Mendunia

Wisnu Wage Minggu, 14/10/2018 09:10 WIB
Ngopi Sarosna Vol.6: Emil Janji Bawa Kopi Jabar Mendunia

Bisnis.com,BANDUNG--Gubernur Jabar Ridwan Kamil alias Emil menuturkan bahwa, dalam masa kepemimpinannya Ia memiliki target menjadikan kopi Jabar mendunia. 

Menurutnya, kopi adalah komoditi yang paling dicari, karena itu kualitas kopi menjadi ukuran.

"Saya bersama Pak Uu berkomitmen akan membawa kopi Jabar mendunia, itu targetnya. Sekarang komoditi kopi yang paling dicari karena makin kompetitif maka kualitas menjadi ukuran," ucapnya dalam rilis Humas, Sabtu (13/10/2018).

Untuk mencapainya, kata Emil, bukan hanya akan mengekspor kopi Jabar saja, namun Ia berencana akan membuka cafe kopi di Eropa dan Amerika yang semua kopinya asli Jabar.

"Saya ingin punya cafe di luar negeri dan kopinya semua kopi Jabar, saya akan cari pengusahanya," katanya.

Selain itu pihaknya juga berencana membentuk forum kopi Jabar yang beranggotakan pemerintah, pengusaha dan petani kopi.

"Nanti akan dibentuk forum kopi Jabar sehingga mereka yang punya teknologi canggih, punya ilmu dagang yang hebat kita kombinasikan sampai ke level petani," ujarnya.

Selain kopi Jabar mendunia, Emil juga akan menjadikan Jabar sebagai provinsi kopi di Indonesia. Ia mengatakan, Jabar sangat kaya akan kopi. Setiap gunung di Jabar terdapat kopi yang memiliki rasa khas.

Jabar kini juga telah memulai dihadirkannya sekolah kopi satu-satunya di Indonesia, tepatnya di Tanjung Sari Sumedang yaitu SMK PPN (Pertanian, Pembangunan Negeri). Lulusan di sekolah kopi ini akan mendapatkan sertifikat yang bisa dipakai di seluruh dunia. Mereka tidak hanya dilatih jadi barista tetapi jadi petani kopi juga.

"Itulah dukungan-dukungan kita menjadikan Provinsi kopi dan Insya Allah 3 tahun juga kekejar saya akan turun langsung," ujarnya.

"Kopi ini kita lindungi juga dengan Peraturan Daerah. Jadi pointnya pendidikan kita intervensi, peraturan kita intervensi, promosi, tinggal satu visi lagi membuat kafe di luar negeri kalau itu sudah ada lengkaplah dari hilir gunung-gunungnya sampai diminum orang luar negeri," tambah Emil.