Jawa Barat - Bisnis.com
Rabu, 12 Desember 2018

Jabar Mulai Krisis Air, Ridwan Kamil Siapkan Rekayasa Cuaca

Wisnu Wage Jum'at, 12/10/2018 13:48 WIB
Jabar Mulai Krisis Air, Ridwan Kamil Siapkan Rekayasa Cuaca
Ilustrasi
Bisnis

Bisnis.com,BANDUNG—Gubernur Jabar Ridwan Kamil memastikan Jawa Barat mulai krisis pasokan air baku dan irigasi akibat kemarau yang berkepanjangan.

Ridwan Kamil mengatakan karena sifatnya sudah darurat maka pihaknya mulai pekan depan akan memulai program modifikasi cuaca untuk menghasilkan hujan di area-area bendungan-bendungan yang kekurangan air. “Saya nyatakan sedang krisis. Karena Bendungan Jatiluhur sudah turun kurang lebih sampai 13 meter minusnya, jadi ingin sangat luar biasa,” katanya di Gedung Sate, Bandung, Jumat (12/10).

Menurutnya jika tidak segera diatasi, maka bukan hanya pasokan air baku dan pertanian yang terganggu namun pasokan listrik juga. Ini terjadi jika debit air di sejumlah waduk yang ada terus turun dan tidak ada penanganan. “Bendungan dan waduk lain terkendala sehingga listrik Jawa-Bali itu bisa krisis,” ujarnya.

Untuk air baku saja menurutnya setengah kebutuhan masyarakat tidak terlayani ujungnya masyarakat mencari sumber air dari air tanah. Pihaknya berencana menggandeng BPPT untuk membuat hujan buatan dengan harapan debit air akan kembali normal. “Sehingga PDAM yang sekarang sedang krisis air dimana-mana bisa kita kurangi potensinya dengan rekayasa teknologi ini,” katanya.

Terkait laporan kekeringan dari sejumlah daerah, Gubernur memastikan hampir merata di 27 kabupaten/kota. Karena BMKG memprediksi hujan baru turun November mendatang, menurutnya keputusan melakukan rekayasa cuaca sudah tepat. “Sebelum darurat saya ambil keputusan,” paparnya. 

Keputusan rekayasa cuaca ini sendiri dihasilkan setelah Gubernur menggelar rapat dengan 4 kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) di Jawa Barat.