Jawa Barat - Bisnis.com
Minggu, 21 Oktober 2018

Pascagempa Lombok & Palu, Minat Warga Bandung Belajar Mitigasi Bencana Meningkat

Dea Andriyawan Kamis, 11/10/2018 16:59 WIB
Pascagempa Lombok & Palu, Minat Warga Bandung Belajar Mitigasi Bencana Meningkat
Sihar Pandapotan

Bisnis.com, BANDUNG — Pascabencana gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat dan Palu, Donggola Sulawesi Tengah menjadikan kekhawatiran tersendiri bagi masyarakat di Kota Bandung dan sekitarnya.

Seperti diketahui, Kota Bandung dan sekitarnya dihantui oleh potensi bencana gempa dari aktifnya Sesar Lembang atau patahan Lembang.

Kepala Bidang Penanggulangan Bencana Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung, Sihar Pandapotan mengatakan, hingga kini banyak masyarakat baik secara instansi maupun perorangan yang meminta untuk dijelaskan terkait mitigasi bencana yang mungkin terjadi saat sesar lembang bergerak.

“Jadi setelah terjadi (gempa) Lombok dan terakhir Palu, meningkat permintaan melalui telepon maupun surat, badan hukum sekolah, perusahaan itu frekuensinya naik untuk permintaan penjelasan bagaimana menghadapi bencana, langsung simulasi, terorinya langsung simulasi,” kata Sihar dalam Bandung Menjawab, di Taman Sejarah, Balaikota Bandung, Kamis (11/10).

Sihar menilai, terkait mitigasi bencana dalam kawasan pergedungan, seharusnya hal tersebut menjadi kewajiban pengelola untuk menguasai mitigasi bencana. Meskipun gedung tersebut sudah dilengkapi dengan pemberitahuan jalur evakuasi, namun sering kali ketika bencana terjadi, pengetahuan dan teori mitigasi bencana itu hilang karena muncul kepanikan.

“Jadi pengelola yang harus bertanggungjawab, jadi misalkan di sebuah gedung pelaksana atau pengelola gedung itu harus lebih mengerti bagaimana mengamankan para penghuni, jangan pengelola gedung yang lari duluan tapi mereka yang bisa mengarahkan kemana walaupun secara teori bahwa jakur evakuasi tandanya sudah ada memenuhi syarat, tapi ketika bencana terjadi kita panik,” kata dia.

Lantaran tupoksi (tugas pokok fungsi) pihaknya dalam menanggulangi akibat dari bencana, sehingga pihaknya hanya bisa menyosialisasikan terkait apa saja yang bisa dilakukan ketika bencana agar meminimalisasi jatuhnya korban jiwa.

Untuk itu, pihaknya sangat membuka diri untuk bekerjasama dengan lembaga khusus seperti Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam melakukan sosialisasi dengan menyasar masyrakat umum hingga anak usia sekolah.

“MoU mungkin akan kita siapkan juga, tapi saya melihat kenapa anak sekolah, tapi tujuannya kita ibu bapaknya,” katanya.

Pihaknya pun akan mengemas sedemikian rupa bentuk sosialisasi kebencanaan menyesuaikan dengan audiens. Yang terpenting kata dia, pihaknya siap dalam menyosialisasikan bagaimana mengenai bencana agar masyarakat memeliki pemahaman apa yang harus dilakukan saat bencana terjadi.

“Bulan depan kita masuk ke sekolah-sekolah, kita minta waktu ke sekolah, disediakan di GSG (gedung serba guna), kita akan sosialiasikan dengan cara yang menarik,” katanya.