Jawa Barat - Bisnis.com
Rabu, 12 Desember 2018

Yudi Guntara Puji Permainan Persib Meski Kehilangan Banyak Pilar

Dea Andriyawan Rabu, 10/10/2018 19:40 WIB
Yudi Guntara Puji Permainan Persib Meski Kehilangan Banyak Pilar

Bisnis.com, BANDUNG — Meski Persib Bandung harus kehilangan poin kala menjamu Madura United 1-2 dalam lanjutan Liga 1 Indonesia 2018, Persib mendapat apresiasi karena mampu menampilkan permainan menyerang meski kehilangan para pemain kuncinya akibat sanksi.

Salah satunya datang dari mantan punggawa Persib, Yudi Guntara. Ia menilai Persib mampu menunjukan Permainan yang cukup menjanjikan meskipun menurunkan pemain lapis dua.

“Persib Bandung juga kalau menurut saya bermain tidak terlalu jelek, cuma penyelesaian akhirnya tidak ada, duel-duel bola atas juga tidak ada, tapi secara organisasi pertahanan Persib saya lihat bagus,” katanya di Bandung, Rabu (10/10).

Ia mengakui, ketidak hadiran pemain kunci seperti Ezechiel Ndouasel, Jonathan Bauman, Gozali Siregar, Bojan Malisic dan Ardi Idrus akibat sanksi serta absennya Febri Haryadi dan Dedi Kusnandar yang dipanggil Timnas, sangat memengaruhi kualitas permainan Persib.

“Nah, peran-peran pemain inti seperti Ezechiel Ndouasel, Bauman dan Ghozali sangat dibutuhkan, tidak dapat dipungkiri mereka menjadi kunci dalam permainan Persib,” katanya.

Meski demikian, para pemain yang diturunkan pada laga tersebut dinilai Yudi mampu menjalankan strategi dari Pelatih Persib, Roberto Carlos Mario Gomez. Namun ada sejumlah catatan, yakni Persib dengan formasi tanpa pemain kunci, masih banyak kehilangan konsentrasi dan terlalu fokus terhadap bola.

“Madura United, sebenarnya bermainnya biasa saja, di sana kan Ada Greg, Zahrahan dan Bayu Gatra, tapi bermainnya tidak istimewa, kelebihannya adalah mereka tidak cepat kehilangan bola, mereka sabar bermainnya. 

Salah satu penyebabnya kata Yudi mungkin saja lantaran pemain-pemain tersebut jarang mendapat menit bermain, sehingga sentuhan permainan para pemain yang lebih sering menghuni bangku cadangan ini sangat kurang.

“Itu juga yang terjadi pada Muchlis Hadi Ning, ada peluang yang 95 persen harusnya menjadi gol,” katanya.

“Nah, ini mungkin jarang bermain sehingga seperti ada beban disetiap pemain, apalagi setelah ada tragedi dan sanksi menjadi beban bagi pemain,” tandasnya.