Jawa Barat - Bisnis.com
Rabu, 12 Desember 2018

Australia Beri Bantuan Kemanusiaan Tambahan Senilai Rp54 Miliar Untuk Sulteng

Newswire Rabu, 03/10/2018 14:42 WIB
Australia Beri Bantuan Kemanusiaan Tambahan Senilai Rp54 Miliar untuk Sulteng
Gempa Palu
Antara

Bisnis.com, JAKARTA  - Pemerintah Australia menyediakan paket bantuan kemanusiaan tambahan senilai 5 juta dolar Australia atau sekitar Rp54 miliar untuk mendukung pemerintah Indonesia dan mitra-mitra kemanusiaan dalam menanggapi musibah gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah.

Tambahan bantuan ini diumumkan oleh Duta Besar Australia untuk Indonesia Gary Quinlan melalui akun Twitternya.

Sebelumnya, Perdana Menteri Australia Scott Morrison telah mengumumkan bantuan awal sebesar 500 ribu dolar Australia atau sekitar Rp5,4 miliar yang disalurkan melalui Palang Merah Indonesia untuk menyediakan makanan dan peralatan bantuan penting seperti selimut dan terpal.

Dalam siaran pers Kedutaan Besar Australia yang diperoleh Antara di Jakarta, Rabu, dijelaskan bahwa dana tambahan kepada PBB dan mitra kemanusiaan lokal ini akan digunakan untuk menyediakan tempat penampungan sementara, akses ke air minum bersih dan layanan kesehatan bagi mereka yang terluka dan terlantar.

Australia berencana untuk mengirimkan tim medis dan saat ini bekerja dengan pemerintah Indonesia untuk menentukan di mana mereka akan ditempatkan untuk mendukung upaya-upaya bantuan.

Australia juga berada dalam posisi untuk menyediakan pasokan bantuan darurat kemanusiaan termasuk perlengkapan tempat tinggal, air, dan peralatan kebersihan.

Australia telah menawarkan aset Angkatan Pertahanan Australia untuk membantu Pemerintah Indonesia dalam upaya tanggap bencana mereka.

Area yang terpencil dan hilangnya infrastruktur komunikasi masih membuat pihak berwajib Indonesia kesulitan menilai dampak bencana secara keseluruhan saat ini.

"Pemerintah Australia berdiri bersama dengan Pemerintah Indonesia dalam memberikan bantuan bagi masyarakat Indonesia yang terkena dampak musibah ini," demikian keterangan Kedubes Australia.