Jawa Barat - Bisnis.com
Minggu, 21 Oktober 2018

Purwakarta Bakal Punya Perpustakaan Digital Pertama Di Indonesia

Wisnu Wage Rabu, 26/09/2018 19:35 WIB
Purwakarta Bakal Punya Perpustakaan Digital Pertama di Indonesia
Ilustrasi
Antara

Bisnis.com,PURWAKARTA--Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Purwakarta memiliki inovasi untuk tumbuh kembang dunia literasi di Indonesia. Fasilitas pelayanan publik berupa perpustakaan segera dikemas dalam bentuk digital.

Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Nina Meinawati menjelaskan tampilan koleksi buku dalam perpustakaan tersebut akan berbentuk digital. Gaya kekinian itu dipilih sebagai bentuk penyesuaian terhadap gaya hidup masyarakat.

“Pokoknya, nanti jadi perpustakaan ‘zaman now’. Semua fasilitas kami lengkapi, ada buku berbentuk digital sampai akses internet gratis untuk pengunjung,” kata Nina dalam rilis Rabu (26/9/2018).

Menurut Nina, tahun lalu dirinya mencoba menterjemahkan gagasan Mantan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi. Alhasil, sebentar lagi Purwakarta akan memiliki perpustakaan digital pertama di Jawa Barat bahkan di Indonesia.

“Saya kira ini menjadi perpustakaan digital pertama di Jawa Barat bahkan Indonesia. Kami mulai awal tahun lalu sebenarnya. Saat itu, Kang Dedi masih menjabat sebagai Bupati Purwakarta. Ini kita tinggal melanjutkan saja,” katanya.

Bangunan perpustakaan digital itu tepat berdiri di belakang Diorama Nusantara. Gedung tersebut kini telah selesai 100%. Sementara untuk pengisian konten, masih harus menunggu penyelesaian partisi yang kini baru mencapai 50%.

Nina sendiri belum merinci total biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan gedung tersebut.“Tunggu beberapa waktu lagi, gak lama juga selesai,” ujarnya.

Secara teknis, pengunjung nantinya bisa mengakses buku digital secara online maupun offline. Proses peminjaman buku pun dapat dilakukan melalui kedua cara tersebut.

Meskipun didominasi buku digital, namun pihak Dinas Arsip dan Perpustakaan masih akan menyediakan buku berbentuk konvensional. Hal ini dilakukan demi menjaga nilai esensi dari sebuah perpustakaan.

“Online dan offline kita jalan semua nantinya. Untuk online, nanti ada software khusus e-Library. Kita sudah mengajak kerjasama beberapa penerbit kenamaan untuk menyediakan konten buku baik digital maupun konvensional,” paparnya.