Jawa Barat - Bisnis.com
Minggu, 23 September 2018

Emil Bakal Korbankan Dana Operasional Gubernur Untuk Bantu Warga

Wisnu Wage Jum'at, 14/09/2018 10:58 WIB
Emil Bakal Korbankan Dana Operasional Gubernur Untuk Bantu Warga

Bisnis.com,BANDUNG—Gubernur Jabar Ridwan Kamil segera merilis unit quick response kemanusiaan pada pekan depan.
 
Ridwan Kamil mengatakan tim cepat tanggap tersebut hanya berfokus pada penyelesaian masalah pribadi yang keluhannya disampaikan lewat sosial media setiap hari. “Jumlahnya banyak sekali masuk ke saya secara pribadi,” katanya di Gedung Sate, Bandung, Jumat (14/9/2018).
 
Agar teratasi, Emil—sapaan akrabnya, menilai keluhan ini perlu diatur dan direspon oleh unit khusus. Dia mencontohkan warga yang tak tertangani di rumah sakit karena kurang biaya, kecelakaan dan rumah rusak, ijasah tidak bisa ditebus adalah hal-hal yang akan direspon tim.
 
Tim ini sendiri akan dipimpin oleh Biro Pelayanan Sosial dan melibatkan unsur relawan sebagai upaya kolaboratif. Untuk dukungan anggaran, Emil memastikan akan berasal dari dana operasional gubernur. “Saya punya anggaran operasional gubernur, saya punya saham Bjb lewat CSR kemanusiaan,” ujarnya.
 
Upaya ini menurut Emil akan dilakukan jika pemerintah daerah kesulitan mengeluarkan anggaran dalam waktu cepat. Menurutnya negara harus hadir ketika warga membutuhkan. “Rumus pelayanan publik itu adalah merespon, saya punya keluangan untuk membantu masyarakat,” paparnya.
 
Sekda Jabar Iwa Karniwa mengatakan gubernur sangat mungkin memakai dana operasional untuk membantu kegiatan-kegiatan kemanusiaan. Posisi dana operasional tersebut menurutnya stand by setiap saat dan memiliki prosedur pencairan yang cepat untuk hal-hal emergency.
 
“Quick response ini untuk masalah sosial dimana betul-betul sangat spesifik masyarakat  bukan orang berada. Soal rumah sakit tidak bisa bayar, rumah runtuh. Itu kan butuh cepat, kalau hari ini rumah sakit harus bayar ya bayar,” ujarnya.
 
Menurutnya penggunaan dana operasional gubernur akan membuat proses pemberian bantuan tim cepat tanggap bisa dilakukan dalam waktu cepat. “Kalau dari pos belanja tidak bisa. Pos operasional gubernur itu sebenarnya hak beliau, tapi atas kebaikan beliau ini akan dipakai juga buat masalah kemanusiaan,” tuturnya.