Jawa Barat - Bisnis.com
Rabu, 21 November 2018

Pilih Jokowi Masuk Surga, Dedi Mulyadi Peringatkan Farhat Abbas

Wisnu Wage Kamis, 13/09/2018 10:34 WIB
Pilih Jokowi Masuk Surga, Dedi Mulyadi Peringatkan Farhat Abbas
Dedi Mulyadi (kanan)

Bisnis.com,BANDUNG—Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Farhat Abbas kembali melontarkan pernyataan kontroversial. Pengacara kondang itu menyebut pemilih Jokowi akan masuk surga. Sebaliknya, mereka yang tidak memilih presiden pejawat itu akan masuk neraka. 
 
Pernyataan yang dikeluarkan melalui akun instagram resminya itu sontak mengundang komentar berbagai pihak. Di antaranya, Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi. 
 
Menurut Dedi, kalimat yang dilontarkan mantan suami Regina itu sangat ringan di mulut. Akan tetapi, implikasi negatif terhadap nilai moral politik sangat kuat. Selain itu, dia memandang pernyataan Farhat Abbas sangat tidak strategis keluar dari mulut seroang juru bicara. 
 
“Kalimatnya cukup ringan, tetapi menyeret Agama yang suci ke dalam politik pragmatis. Saya kira itu sangat tidak strategis,” katanya dalam rilis yang diterima bisnis, Rabu (12/9/2018) malam. 
 
Sebagai budayawan, dirinya mengaku tidak sepakat dengan pandangan yang mengatasnamakan Kuasa Allah dalam politik. Apalagi, denganmembawa dua instumen pembalasan amal ibadah manusia yakni Surga dan Neraka. Menurut Dedi, pandangan tersebut sangat kontraproduktif. 
 
“Baiknya sih melakukan pendidikan politik melalui pernyataan-pernyataan yang kita lontarkan. Sebenarnya konten Pak Jokowi ini sangat banyak karena hasil kerja beliau sudah terasa. Karena itu, nalarnya harus diarahkan menuju pemahaman kualitas program,” ujarnya. 
 
Selain itu, kokohnya suprastruktur dan infastruktur ekonomi Indonesia menurut Dedi sangat perlu disiarkan. Kondisi ekonomi Indonesia yang prudent menurut dia justru terjadi di tengah ketidakpastian ekonomi global. 
 
“Silakan cek saja, masyarakat Indonesia masih bisa tuh belanja di pasar. Para petani masih bisa tenang mengolah sawah dan ladang. Sektor industri kita bertahan dan berproduksi maksimal. Kenapa tidak ini saja yang disampaikan ke publik?,” katanya heran.