Jawa Barat - Bisnis.com
Sabtu, 17 November 2018

Emil Bicara Syarat Kondusivitas Pilpres 2019

Wisnu Wage Rabu, 12/09/2018 15:45 WIB
Emil Bicara Syarat Kondusivitas Pilpres 2019
Ridwan Kamil

Bisnis.com,BANDUNG—Demokrasi multipartai, merupakan sistem perpolitikan yang dianut Indonesia.

Maka berbagai partai politik turun berlaga dalam pemilihan umum, dan semua memiliki hak untuk memegang kendali atas tugas-tugas pemerintah, baik secara terpisah maupun dalam koalisi.

Gubernur Jawa Barat, Mochamad Ridwan Kamil, mengatakan, bahwa dengan iklim politik seperti itu, semua bergerak dinamis. Sehingga diperlukan stabilitas dan kondusivitas dalam setiap pergerakan politiknya.

"Mari suarakan semangat damai dan semangat sejuk dalam Pileg dan Pilpres 2019," kata Gubernur Jabar dalam acara Deklarasi Bersama dalam Rangka Mewujudkan Pileg dan Pilpres Damai 2019, di Aula Moelyono Mapolda Jabar Bandung, Rabu (12/09/2019).

Emil, sapaan akrabnya, mengatakan semangat netralitas menjadi kebutuhan dasar dari penyelenggaraan demokrasi di Indonesia.

Pada Pileg dan Pilpres 2019, tercatat ada 20 partai yang akan menjadi pilihan rakyat. "Maka semakin banyak partai semakin tinggi dinamika," kata Emil.

Tugas KPU, lanjut Emil, melaksanakan sebaik- baiknya Pileg maupun Pilpres di 2019. Karena biaya politik yang dikeluarkan tidaklah sedikit.

"Oleh karena itu, dengan biaya yang sangat mahal. Syarat nomor satunya adalah stabilitas dan kondusifitas," katanya.

Emil pun menceritakan pengalamannya pada Pilgub 2018. Ia merasa betapa rasa aman itu hadir. Nyaman itu ada, sehingga Jabar layak jadi percontohan proses Pemilu yang luar biasa.

"Ini karena Pimpinan Polda dan Kodam III/ SLW sinergis, dan menjunjung tinggi netralitas sampai ke hari pencoblosan," katanya.

Emil pun menuturkan, bahwa saat ini, sebuah pertikaian dapat dimulai dari gadget. Berbeda dengan jaman orde baru dulu, bukan pengerahan masa secara masif tapi dari dis-informasi, atau berita bohong.

"Berita bisa bohong, foto bisa diedit, oleh karena itu saya menitipkan para pimpinan partai agar para pendukung jangan menyebar berita yang belum 'verified.' Caranya mudah, ada nggak di media mainstream. Kalau ada news value, pasti dimuat kantor berita," katanya.

Selain itu, berita bohong juga biasanya masuk ke aplikasi WhatsApp. Pihak terkait bisa memonitor dis-informasi tersebut.

"Termasuk peran ulama, untuk gencar ceramah yang melarang menyebarkan berita bohong," katanya.

"Pilihlah pemimpin karena punya solusi yang mantap. Kini jamannya Demokrasi gagasan, bukan kebencian," sambung Emil.

Emil menyebut pihaknya, akan mendukung dari sisi anggaran untuk KPU, Bawaslu, juga untuk TNI/ Polri, dan institusi lainnya yang terkait dengan pesta demokrasi. Selain itu, pihaknya juga akan siap bertugas dari sisi koordinasi demi suksesnya Pileg dan Pilpres 2019.

"Sampai suatu hari, saya melihat pesta demokrasi seperti pesta budaya, gembira supaya masyarakat tidak bosan," harapnya.