Jawa Barat - Bisnis.com
Minggu, 23 September 2018

TPPAS Regional: Fisik Nambo Tuntas 2020

Wisnu Wage Rabu, 05/09/2018 12:21 WIB
TPPAS Regional: Fisik Nambo Tuntas 2020

Bisnis.com,BANDUNG—PT Jabar Bersih Lestari (JBL) menargetkan Tempat Pengolahan dan Pemprosesan Akhir Sampah (TPPAS) Nambo, Bogor bisa tuntas pada 2020 mendatang.

Kepastian ini didapat setelah pihak Pemprov Jawa Barat, PT Indocement, PT JBL mulai melakukan pencanangan dimulainya proses pembangunan fisik Nambo di Gedung Sate, Bandung, Selasa (4/9) petang. 

Presiden Direktur PT JBL Do Yun Yu mengatakan pihaknya optimis target penuntasan fisik Nambo bisa dikerjakan dalam waktu 18 bulan. “Kami optimis, namun sebelum kontruksi dimulai kami harus menyelesaikan sejumlah perizinan dari Pemerintah Kabupaten Bogor,” katanya.

Menurutnya pencanangan dimulainya pembangunan bisa menjadi pintu masuk pihaknya segera menuntaskan proses perizinan seperti IMB. Selain itu pihaknya juga tengah menyiapkan pendanaan yang diperkirakan menelan biaya Rp602 miliar. “Namun dengan kondisi rupiah , kami harus menginvestasikan lebih kami juga harus mengefisienkan desain fisik,” ujarnya.

PT JBL harus bisa memperhitungkan ulang biaya pembangunan di tengah tingginya nilai tukar. Doyun memastikan, efisiensi tidak akan mengganggu rencana penerapan teknologi ramah lingkungan Refuse Derived Fuel (RDF) di Nambo. “Kami berharap penyesuaian akan tetap menggunakan rupiah sebagai acuan, agar tidak ada pengurangan spesifikasi,” tuturnya.

Proyek pengelolaan sampah menjadi bahan bakar semen ini menurutnya akan menjadi yang pertama di Indonesia jika beroperasi nanti. Doyun memastikan, Nambo akan siap melayani Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Depok dan sebagian Tanggeran Selatan. “Saya berjanji semaksimal mungkin agar proyek berhasil dilaksanakan, tapi saya berharap Pemprov dan Indocement dukungannya terus berlanjut,” paparnya.

Teknologi RDF yang digunakan ini memiliki pendekatan biological treatment yang sudah diterapkan di Korea Selatan, Rumania, dan Belanda. "Proses kontruksi membutuhkan waktu 18 bulan, tapi Pak Gubernur menginginkan percepatan, Kami pasti akan melakukan yang terbaik untuk mempercepat prosesnya," katanya.