Jawa Barat - Bisnis.com
Minggu, 23 September 2018

Non Migas Topang Peningkatan Tajam Nilai Ekspor Jabar

Kahfi Senin, 03/09/2018 19:22 WIB
Non Migas Topang Peningkatan Tajam Nilai Ekspor Jabar
Karet
bandung.bisnis.com

Bisnis.com, BANDUNG -- Perkembangan nilai ekspor Provinsi Jawa Barat pada Juli 2018 meningkat tajam atau mencapai USD 2,78 miliar, atau mengalami lonjakan hingga 55,80% dibanding Juni 2018 yang hanya mencapai USD 1,78 miliar.

 
"Ekspor non migas pada Juli 2018 mencapai USD 2,77 miliar naik 58.72 persen dibanding periode Juni 2018 yang mencapai USD 1,75 miliar. Sedangkan ekspor migas turun drastis yaitu USD 33,85 juta menjadi hanya USD 1,69 juta atau terjadi penurunan hingga 95.01 persen," Kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat, Doddy Erlando, di Kantor BPS Jabar, Kota Bandung, Senin (3/9/2018).
 
Secara year-on-year, nilai ekspor non migas mencapai titik terendahnya pada Juni 2018 senilai USD 1,75 miliar, sedangakan yang tertinggi tercatat pada Mei 2018 dengan nilai USD 2,79 miliar. Sementara itu nilai ekspor migas terendah sebesar USD 1,69 juta terjadi pada Juli 2018 dan yang tertinggi pada Juni 2018 sebesar USD 33,85 juta.
 
Dibanding sebelumnya, nilai ekspor 10 golongan barang utama Juli 2018 seluruhnya mengalami peningkatan sebesar 37 hingga 92 persen dengan total senilai USD 2,03 miliar dari sebelumnya USD 1,30 miliar.
 
"Tiga kelompok yang mengalami peningkatan yang signifikan adalah Kendaraan dan Bagiannya (92,36 persen), kemudian plastik dan barang dari plastik (74,19 persen), serta karet dan barang dari karet (68,34 persen)," kata Doddy.
 
Sementara itu, pangsa pasar ekspor non migas Jawa Barat pada Juli 2018 masih dikuasai Amerika Serikat, Jepang dan Thailand masing-masing sebesar USD 453,74 juta, USD 266,49 juta dan USD 216,53 juta denan peranan ketiganya mencapai 33,76 persen.
 
Kemudian, untuk volume ekspor Jawa Barat pada Juli 2018 mencapai 0,70 juta ton atau naik 37,06 persen dibanding Juni 2018 yang mencapai 0,51 juta ton, peningkatan ditopanmg volune ekspor non migas yang naik sekitar 57,54 persen, sedangkan volume ekspor migas turun 98,79 persen.