Jawa Barat - Bisnis.com
Jum'at, 17 Agustus 2018

Dedi Mulyadi Kenang KH Maaruf Amin Sebagai Ayah Dan Guru

Wisnu Wage Jum'at, 10/08/2018 11:25 WIB
Dedi Mulyadi Kenang KH Maaruf Amin Sebagai Ayah dan Guru

Bisnis.com,BANDUNG--Calon Presiden dari Koalisi Indonesia Kerja, Joko Widodo sudah dipastikan menggandeng Kiai Ma’ruf Amin sebagai Calon Wakil Presiden. Gabungan partai politik tanpa ragu menerima sosok kiai sepuh tersebut sebagai pendamping Joko Widodo hingga Tahun 2024. 
 
Sebagai santri Kiai Ma’ruf Amin, Ketua DPD Golkar Jabar Dedi Mulyadi menyambut baik pilihan Joko Widodo. Menurut dia, tidak ada alasan untuk ragu dalam menjatuhkan pilihan kepada pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin. 
 
Mantan Bupati Purwakarta itu menyebut Pilpres 2019 akan berlangsung sejuk. Tidak akan ada lagi isu SARA sebagaimana pernah membelah konstelasi publik pada Pilpres 2014. Saat itu, isu sektarian menjadi andalan salah satu pasangan calon untuk menyudutkan pasangan calon lain. 
 
“Saya kira di Pilpres ini tidak ada isu SARA. Kalau pun ada, tidak akan memperoleh eksposure bagus. Lha kan Cawapres Pak Jokowi ini mbahnya ulama. Ini sesuai dengan keinginan mereka yang menginginkan Cawapres berasal dari ulama,” kata Dedi, Jum’at (10/8/2018), di Purwakarta. 
 
Pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin menurut Dedi merupakan pasangan ideal secara ideologi. Pasalnya, keduanya memiliki akar dan ceruk potensial untuk mendulang suara di Pilpres 2019. Jokowi berasal dari kalangan nasionalis. Sementara Kiai Ma’ruf berasal dari kalangan religius. 
 
Duet maut ini diyakini Dedi menjadi solusi bagi perdebatan berkepanjangan antara kaum nasionalis-moderat-plural dengan kaum fundamentalis-ultranasionalis. Keduanya merupakan sintesa dari kondisi bangsa yang seolah terbelah akibat Pilpres 2014 dan Pilgub DKI 2017 lalu. 
 
“Pak Jokowi menunjukan sikap seorang negarawan. Beliau paham betul kondisi bangsa Indonesia. Pasangan ini menjadi perekat tenun kebangsaan kita. Tidak ada keraguan memilih pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin,” katanya. 
 
Sudah Lama Dekat
 
Kiai Ma’ruf Amin sendiri bukanlah sosok asing bagi Dedi Mulyadi. Dia merupakan guru baginya dan sering memberikan saran dan masukan terkait pembangunan akhlak di Purwakarta. Salah satunya, program pendalaman Kitab Kuning di Purwakarta diresmikan oleh Keturunan Syaikh Nawawi al-Bantani tersebut. 
 
“Beliau guru saya, beliau sangat mendukung program kitab kuning di Purwakarta saat saya masih menjabat Bupati. Datuk beliau (Syaikh Nawawi al-Bantani) dulu mengaji ke Purwakarta, ke Raden Haji Muhammad Yusuf atau Baing Yusuf. Nama guru datuknya saya jadikan nama untuk Masjid Agung,” ujarnya. 
 
Selain itu, Dedi mengenang momen Pilgub lalu. Kiai Ma’ruf dikatakan dia selalu memberikan dukungan moral. Terlebih, baik Kiai Ma’ruf maupun Dedi Mulyadi sama-sama berkiprah dalam organisasi Nahdlatul Ulama. 
 
“Saya pengurus PCNU Purwakarta, beliau Rais Am PBNU. Jadi, beliau itu ayah yang selalu saya mintai pandangan dan pendapat dalam langkah hidup saya,” tuturnya.