Jawa Barat - Bisnis.com
Jum'at, 17 Agustus 2018

Surya Paloh: Tidak Ada Kemungkinan Demokrat Gabung Koalisi Pengusung Jokowi

Newswire Jum'at, 10/08/2018 12:35 WIB
Surya Paloh: Tidak Ada Kemungkinan Demokrat Gabung Koalisi Pengusung Jokowi
Koalisi Indonesia Kerja
Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Partai Nasional Demokrat (Nasdem) menyatakan tidak ada kemungkinan Partai Demokrat bergabung dengan koalisi partai pengusung capres-cawapres Joko Widodo-Ma'ruf Amin atau Koalisi Indonesia Kerja.

"Saya rasa saya yakinkan tidak ada. Koalisi Indonesia Kerja ini selesai dengan partai pengusung yang ada," kata Ketua Umum Nasdem Surya Paloh, di Jakarta, Jumat (10/8/2018).

Hal tersebut, kata Paloh, karena semua proses untuk gabung telah tertutup seiring dengan sudah ditandatanganinya dukungan dan didaftarkannya pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin sebagai kontestan pemilihan presiden tahun 2019 ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jumat pagi.

"Saya udah katakan memang sudah tertutup, mau bilang apa. Sesuai dengan semua kesepakatan sudah selesai pada waktunya dan gak mungkin terbuka lagi," ucap Paloh.

Dengan kekuatan partai pengusung yang ada, Paloh menegaskan mereka tetap akan menghadapi dan menguapayakan semuanya berjalan dengan baik hingga bisa memenangkan kontestasi pemilihan presiden untuk periode 2019-2024.

"Pesan moralnya bagaimana kompetisi ini berjalan baik, dengan katakanlah berkompetisi secara harmoni," tutur Paloh menambahkan.

Dari informasi dan pantauan Antara di lapangan, calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo dan Ma'ruf Amin bersama partai pendukung dan simpatisannya berkumpul di Gedung Joeang 45 Menteng, Jakarta Pusat, Jumat, sekitar pukul 08:00 WIB.

Mereka semua mulai memadati Kantor KPU sekitar pukul 09:15 WIB. Pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin keluar kantor KPU Pusat bersama para ketua partai pengusung selesai mendaftar dan keluar Kantor KPU sekitar pukul 10:30 WIB.

Pasangan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin sendiri didukung oleh partai Koalisi Indonesia Kerja yang terdiri dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Nasional Demokrat (Nasdem), Golongan Karya (Golkar), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Hati Nurani Rakyat (Hanura), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Perindo, PKPI dan PSI.