Jawa Barat - Bisnis.com
Jum'at, 19 Oktober 2018

Bos Solusi Balad Lumampah Sanggupi Ganti Rugi Jemaah

Dea Andriyawan Selasa, 31/07/2018 16:03 WIB
Bos Solusi Balad Lumampah Sanggupi Ganti Rugi Jemaah
Aom Juang Wibowo (rompi merah)
Bisnis

Bisnis.com, BANDUNG — Bos PT Solusi Balad Lumampah (SBL), Aom Juang Wibowo menyanggupi penggantian ganti rugi belasan ribu calon jemaah umrahnya. Aom menyerahkan proses permintaan ganti rugi tersebut kepada penasihat hukumnya.

Hal tersebut disampaikan oleh Aom pada sidang lanjutan kasus penggelapan dana ratusan miliar rupiah dari ribuan calon jemaah umrah yang dilakukan PT Solusi Balad Lumampah (SBL) yang kembali digelar di Pengadilan Negeri, Kota Bandung, Selasa (31/7).

Dalam sidang yang dipimpin hakim Judijanto tersebut, majelis melontarkan sejumlah pertanyaan kepada tiga saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum. Saksi yang hadir tersebut merupakan koordinator sekaligus jemaah umrah di SBL.

Saksi pertama, Chandra Iriani mengaku dirinya bersama tiga jemaah yang diajaknya untuk menggunakan jasa SBL untuk betangkat umrah meminta uang untuk dikembalikan. Pasalnya, tiga jemaah umrah yang harusnya pergi pada Desember 2017 lalu itu sudah berangkat umrah menggunakan agen tour and travel umrah lain menggunakan dada pribadi.

Begitupula saksi kedua, Riwik, dirinya sudah menyetor ratusan juta untuk keberangkatan tujuh orang yang merupakan anggota keluarganya untuk pergi menjalankan ibadah haji plus.

“Tapi memang belum pergi karena untuk keberangkatan 2019,” kata Riwik.

Ia berharap meski permasalahan hukum menjerat Bos SBL, ia menginginkan SBL bisa memberangkatkan calon jemaah haji pada 2019 mendatang.

Kemudian, saksi Slamet mengatakan, dirinya yang juga merupkan koordinator jemaah telah mendaftarkan lebih dari 200 jemaah umrah. Namun, 108 jemaah yang didaftarkannya belum kunjung pergi.

“Alasannya karena overload kan,” kata Slamet.

Majelis pun menanyakan kesanggupan pengembalian ganti rugi kepada Aom untuk para jemaah yang belum diberangkatkan. Aom pun menyerahkan seluruhnya kepada penasihat hukumnya.

“Saya serahkan kepada penasihat hukum,” kata Aom.

Sementara itu, penasehat Hukum Aom dan Ery, Adi Muhamad Burhan mengatakan pihak SBL memastikan akan terus menunjukan itikad baiknya kepada jemaah umrahnya.

“Sebenarnya yang tadi dimaksudkan oleh majelis adalah secara teknis kami yang menyampaikan atau mengkondisikan kepada manajemen, apakah ini SBL yang terbentuk secara dadakan, tapi saya tidak ingin berpolemik ke arah sana, ini kan ada beberapa keadaan satu perusahaan ada yang sedang seperti ini status quo, nanti akan dikejar lagi manajemen yang mana, kemudian duitnya dari mana, tentunya akan sulit menjawab pertanyaan itu,” katanya.

Namun ia belum bisa memastikan dari mana sumber dana yang akan dipakai Aom untuk mentupi Rp231 miliar dana jemaah yang duga digelapkannya.

“Makanya kami katakan, cukup bertanya kepada kami, nanti kami yang akan sampaikan maksud dari pada siapa tim yang akan mengatasi upaya-upaya baik dari Pak Aom ini,” katanya.

Namun, ia berkeyakinan Aom akan mampu memberangkatkan sisa jadwal keberangkatan jemaah umrah yang akan dilakukan hingga Desember 2018.

“Ini dibuktikan pemberangkatan, bulan lalu diberangkatkan 488 orang, itu pembuktian itikad baik dari Pak Aom,” katanya.

Sementara itu, penyelesaian dari sisa jemaah yang hampir menyentuh angka 12.000 jemaah ini, akan dilakukan setelah proses sisa keberangkatan.

“Soal itu kita lihat bertahap, sekarang yang sudah 448, dan kami masih mempunyai jadwal berikutnya, misalnya 1000 untuk bulan depan, seribu bulan depannya lgi, seribu bulan depannya lagi, ini namanya upaya itikad baik,” kata dia.

Sementara itu, bagi yang tidak ingin diberangkatkan, tentunya akan ada pengembalian atau refund, refund ini tentunya setelah upaya pemberangkatan.

“Setelah ini dibereskan baru kita mulai menentukan refund, artinya seluruh kewajiban itu tetap akan dipertanggung jawabkan oleh Pak Aom,” katanya.