Jawa Barat - Bisnis.com
Sabtu, 15 Desember 2018

Rusia Penjarakan Anggota Pussy Riot Karena Ganggu Final Piala Dunia

Newswire Selasa, 17/07/2018 14:31 WIB
Rusia Penjarakan Anggota Pussy Riot karena Ganggu Final Piala Dunia
Anggota Pussy Riots memasuki lapangan saat final Piala Dunia
Reuters

Bisnis.com, MOSKOW - Rusia, Senin (16/07), memenjarakan empat anggota kelompok band punk feminis Pussy Riot selama 15 hari setelah mereka menerobos masuk ke lapangan dalam pertandingan final Piala Dunia dengan mengenakan seragam polisi.

Pengadilan Moskow memvonis Veronika Nikulshina, Olga Kuracheva, Olga Pakhtusova and Pyotr Verzilov 15 hari penjara dan juga melarang mereka datang ke perhelatan olahraga selama tiga tahun, menurut laporan situs berita pengadilan Mediazona.

Mereka dinyatakan bersalah melanggar aturan untuk perilaku penonton dan dijatuhi hukuman maksimal atas dakwaan tersebut.

Verzilov adalah pendiri situs Mediazona, yang melaporkan pengadilan aktivis hak asasi manusia.

Mereka berempat menerobos masuk ke lapangan di Stadion Luzhniki di Moskow pada Minggu dan membuat pertandingan babak kedua antara Prancis dan Kroasia terhenti sejenak.

Pertandingan final itu disaksikan Presiden Vladimir Putin dan para pemimpin dunia termasuk Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Pussy Riot tidak lama kemudian mengunggah pesan di situs jejaring sosial yang mengklaim bertanggung jawab atas protes itu dan mengeluarkan daftar enam tuntutan politik.

“Bebaskan seluruh tahanan politik,” bunyi tuntutan pertama.

Tuntutan lainnya termasuk menghentikan penangkapan dalam demonstrasi damai dan mengizinkan persaingan politik di negara ini. 

Pussy Riot terkenal karena menampilkan lagu protes anti-Putin di sebuah gereja pusat di Moskow pada Februari 2012.

Tiga dari anggota kelompok itu dihukum karena hooliganisme dimotivasi oleh kebencian agama di pengadilan yang menarik perhatian media global dan mengundang protes dari kelompok-kelompok hak asasi manusia.

Anggota kelompok Nadezhda Tolokonnikova dan Maria Alyokhina dibebaskan setelah menjalani 22 bulan dari hukuman dua tahun mereka. Anggota terpidana lain Yekaterina Samutsevich diberi hukuman percobaan. Demikian dilansir Kantor Berita AFP.