Jawa Barat - Bisnis.com
Selasa, 13 November 2018

Moeldoko Diyakini Mampu Tangkal Serangan Isu Terhadap Jokowi Di Pilpres 2019

Dea Andriyawan Rabu, 11/07/2018 15:36 WIB
Moeldoko Diyakini Mampu Tangkal Serangan Isu Terhadap Jokowi di Pilpres 2019

Bisnis.com, BANDUNG — Nama Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko melejit untuk mendampingi Joko Widodo dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Hal tersebut menjadikan mantan Panglima TNI tersebut dinilai paling cocok untuk mendampingi presiden Jokowi dalam memimpin Indonesia selanjutnya.

Hal itu disampaikan oleh Ketua DPP Relawan Jokowi-Moeldoko Hebat (Jodoh), Ivan Pandapotan Purba saat menggelar konferensi pers di Jalan Surapati, Kota Bandung, Rabu (11/7).

Ivan menilai, Moeldoko memiliki visi yang cocok untuk mendampingi Jokowi pada Pilpres tahun depan. Hal tersebut tergampar saat nama Jokowi-Moeldoko dilempar ke publik oleh relawan selama dua bulan terakhir melalui berbagai forum. Mereka mengklaim mendapat respon positif dari masyarakat.

Dari hasil tes publiknya tersebut, sosok Moeldoko diyakini mampu memperkuat figur Jokowi menghadapi Pilpres 2019 yang mulai memanas pasca Pemilu Kepala Daerah (Pemilukada).

“Dua bulanan setelah deklarasi, kita usung pasangan ini semacam melempar gagasan ke publik, responnya bagaimana, karena belum dibahas pasangan cawapres krena fokus pilkada,” kata Ivan.

Moeldoko diprediksi akan membantu Jokowi dalam menangkal berbagai isu yang mungkin menyerang Jokowi dalam masa kampanye di bulan September mendatang. Diantaranya isu PKI dan masalah tenaga kerja asing.

"Masyarakat berpikir bahwa Jokowi harus diback up dengan orang yang kuat. Moeldoko ini manntan TNI yang tegas," ucap Ivan.

Hanya saja, ia mengakui sosok Moeldoko masih memiliki kelemahan yakni popularitas. Hal tersebut dikarenakan Moeldoko minim promosi dan penggalangan. Namun, sebelum nama dia dilempar ke publik untuk mendampingi Jokowi, ternyata publik sudah memersepsi Moeldoko cocok untuk mendampingi Jokowi.

"Kalau beliau (Moeldoko) melakukannya, (calon pendampimg Jokowi) yang lain lewat," ucapnya.

Meski demikian, ia tidak bisa mengungkap data riil mengenai respon dari masyarakat melalui metode survei. Ia berkilah, langkah konkret akan dilakukan setelah Jokowi mengumumkan siapa pendampingnya.

"Kami memang meluncurkan isu soal Jokowi-Moeldoko. Harapannya seperti itu. Tapi kita tidak akan tahu siapa pendamping Jokowi sampai nanti pendaftaran," ucapnya.

Oleh karena itu, berdasarkan pertimbangan lain seperti prestasi dan karir Moeldoko yang cukup mentereng, ia meyakini Moeldoko memiliki kans yang lebih besar untuk mendampingi Jokowi.

Selanjutnya, pihaknya pun mengaku tetap menghormati hak priogratif dari Jokowi dan partai pengusungnya dalam menghadapi kontestasi Pilpres 2019 mendatang.

"Yang jelas, siapapun pasangannya, kami tetap mendukung Jokowi. Kami sudah ada di 15 provinsi," terangnya.