Jawa Barat - Bisnis.com
Rabu, 19 September 2018

ITB Rencanakan Bangun Kampus Di Walini

Dea Andriyawan Rabu, 04/07/2018 15:27 WIB
ITB Rencanakan Bangun Kampus di Walini

Bisnis.com, BANDUNG -- Institut Teknologi Bandung (ITB) merencanakan pembangunan Kampus ITB di lahan seluas 350 hektare di kawasan Perkebunan Walini, Kabupaten Bandung Barat. Pembangunan tersebut saat ini masih menunggu realisasi pembebasan lahan oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indoneisa.

"Oleh karena itu Walini juga sudah disepakati dalam rapat terbatas kabinet tanggal 23 November 2016, Walini sudah direncanakan akan ada area yang memang diperuntukan untuk ITB," Rektor ITB Kadarsah Suryadi, di Bandung (4/7).

Menurutnya pembangunan kampus ITB ini adalah untuk memenuhi kebutuhan tenaga engeneering di Indonesia yang masih tertinggal jauh dari negara-negara Asia Tenggara, seperti Malaysia, Thailand, Vietnam, Singapura dan Filipina.

"Kita jauh dibawah apalagi Vietnam, Korea tertinggi oleh karena itu, ini sudah saya sampaikan juga pada ratas kabinet tanggal 23 November 2016, bahwa untuk mengatasi kekurangan tenaga engineering kita harus menambah mahasiswa teknik," katanya.

Namun, tentu saja untuk menambah tenaga ahli teknik mesin, tidak hanya dengan menambah mahasiswa, tapi juga dibutuhkan sarana prasarana yang memadai untuk melahirkan ahli mesin di Indonsia.

"Nah kampus itb yang ada di Ganesha hanya 28 hektar sedangkan di UTM sama-sama teknik di malaysia 1000 hektare, Thailand 1100 hektar jadi kalau kita mau bersaing dengan mereka tidak mungkin dengan lahan yang terbatas," katanya.

Usulan pembangunan Kampus ITB ini kata dia merupakan usulan dari kampus ITB, karena memang ITB saat ini menjadi multi kampus. Saat ini ITB Ganesha mejadi kampus utama, sedangkan kampus lainnya ada di Jatinangor dan Cirebon.


"Jadi kita menyambut baik apa yang dikatakan Pak Menristekdikti karena ini untuk masa depan kita bukan untuk hari ini, jika kita tidak melakukan sesuatu maka kita akan tetap ketinggalan dalam rangka penyediaan tenaga teknik ini," kata dia.

Sementara itu, ia menjelaskan nantinya saat lahan untuk pembangunan Kampus ITB Walini ini sudah selesai, maka akan dibangun ruang kuliah dan pusat riset yang tidak hanya dikhususkan untuk ITB, tapi juga untuk seluruh Perguruan Tinggi di Indonesia serta Perguruan Tinggi di negara-negara yang menjalin kerjasama dengan ITB.

"Lintas disiplin lintas universitas supaya maju bersama kita gak mau maju sendirian pinginnya semua maju," katanya.

Selanjutnya, ITB juga akan membangun tekno park untuk menambah jumlah entrepreneur di Indonesia. Ia mengharapkan dengan pembangunan ITB Walini ini mampu melahirkan sumber daya menusia yang mampu bersaing dalam hal teknik mesin dan tentunya ilmu pengetahuan melalui riset-riset teknologi.

"Kita bikin pusat riset lintas disiplin dan untuk pusat riset teknologi yang teknologi masa depan supaya kita bisa menjemput masa depan dengan berbagai kegiatan riset tadi dan risetnya juga tidak hanya lintas disiplin di Indonesia tapi lintas negara dengan berbagai mitra kita di berbagai negara," jelas dia.

Saat ini, pihaknya sedang merancang master plan awal untuk mengawali pembangunan, karena lanjut dia master plan final nanti akan dibuat saat pembebasan lahan sudah selesai 100 persen.

"Didalammnya juga akan dibangun pusat yang namanya living learning comunity, jadi ada mahasiswa, dosen ada karyawan tinggal disitu. jadi asrama dibangun, perumahan dosen dibangun, termasuk juga aktifitas pendukung lainnya, tempat olah raga, makan dan lain-lain," kata dia.