Jawa Barat - Bisnis.com
Jum'at, 19 Oktober 2018

2008-2018: 10 Tahun Mengawal Perjalanan Aher

Wisnu Wage Rabu, 13/06/2018 12:15 WIB
2008-2018: 10 Tahun Mengawal Perjalanan Aher

Bisnis.com,BANDUNG--Saya akan merindukan tepukan di pundak yang sering ia lakukan. Tepukannya kuat dan hangat.

Akan ku rindukan pula wajah masamnya yang kadang hadir kala tengah gundah hati, entah tentang apa dan kenapa? Lalu langkah gesanya menuju ruang kerja dan berhenti mendadak lalu memberikan informasi berharga.

Bosan namun akan kurindukan pula pidato-pidato panjangnya dengan tema yang itu-itu saja. Kadang-kadang kami di balik tirai aula dengan bercanda, sudah saling menebak kata-kata atau kalimat beliau selanjutnya. Saking seringnya.

Gaya ia bicara, gaya ia mengayun tangan, gaya politisi dinginnya, gaya teduh ustadnya, gaya ia melahap makanan, gaya ia menjanjikan sesuatu, gayanya memimpin Jawa Barat 10 tahun lamanya.

Hampir 10 tahun juga dengan tak putus-putus memberitakan segala kebijakan provinsi yang ia pimpin, saya belajar banyak dan mendapat ilmu yang bermanfaat. Saya menjadi saksi—terutama bagaimana beliau meniti buih membangun pelan-pelan infrastruktur, hingga mendorongnya menjadi.

Dia pintar—tentu ditopang kanan-kiri para pembantunya yang juga super. Ide pembentukan Samsat Jatigede misalnya patut dipuji mengingat persoalan social pembangunan menjadi portal paling tebal proyek puluhan tahun itu bisa terlaksana. Ide mengelaborasi seluruh komponen ini akhirnya menjadi jawaban bagaimana—paling tidak—warga menerima bahwa Jatigede adalah kemaslahatan bersama.

Berani. Secara logika, mengaspal jalur selatan dari Pangalengan lalu tembus ke Rancabuaya, Garut adalah upaya luar biasa mendobrak kesengsaraan akses warga di Jabar Selatan selama ini, dengan kontur berbukit turun naik, lahan sempit dan kerap longsor, mewujudkan akses ini akan berbuah kemajuan mungkin dalam beberapa tahun mendatang. Jika wilayah ini maju, maka dia lah “penyebabnya”.

Sangat berani. Mampu memilih orang yang tepat tentu dengan kontroversi luar biasa di depan belakang namun dibuktikan dengan kinerja luar biasa orang-orangnya: Mendudukan Denny Juanda sebagai kepala Bappeda, Iwa Karniwa sebagai Asisten Administrasi, duet maut dan legendaris yang oleh senior saya kerap disebut tangan kanan dan kiri ini sukses menghantarkan banyak program internal yang akhirnya disahut oleh KPK salah satunya: kebijakan TPP.

Dan sejumlah pejabat yang daftarnya cukup panjang.

Paling mengharukan bagi penulis adalah keputusannya memilih Virda Dimas sebagai Dirut PT BIJB. Ya ampun, orang PKS sendiri yang dia pilih? Mak, tentu dengan naluri kewartawanan kita kritisi pemilihan ini—tepatnya saya dan Tempo saja saat itu. Tapi tentu keputusan sudah diambil, tugas selanjutnya adalah mengawal yang bersangkutan. Dan hari ini terbukti, pilihannya tidak salah. Virda salah satu dirut BUMD non perbankan yang agresif. Saya sempat bilang pada beliau, “Virda itu progresif, pilihan bapak tepat,”.

Sebagai orang Majalengka, saya jadi saksi bagaimana upaya dan kerja keras dia dan jajarannya membangun bandara terbesar. Langit tak lagi kosong, karena pesawat demi pesawat akan terlihat di atas pandang warga Majalengka.

10 tahun dia memimpin, saya melihat provinsi ini maju. Jalan mantap meskipun masih banyak saja lubang dan perbaikan asal-asalan. Namun, perkembangan provinsi ini selama 10 tahun memang bisa dirasakan. Di beberapa sudut kampung, tak lagi kita gentar berjalan karena kanan kiri sudah terang lampu. Di lokasi wisata, ada harapan-harapan baru dan tujuan baru bagi saya yang suka melancong.

Tentu ada waktu-waktu dimana kita mengkritisinya sangat tajam. Bahkan beberapa kali berita membuatnya marah. Beberapa waktu pula, berita yang dihasilkan membuat banyak pejabat harus dipindahkan atau mutasi. Sempat juga ada masa kami meninggalkannya tanpa pemberitaan, kami juga bisa ngambek. Tapi naik turunnya hubungan media melanggengkan kekuasaan hingga purna 10 tahun.

2008-2018. Setiap hari halaman-halaman online, Koran, hingga layar televisi hasil liputan kami dihiasi nama dan wajahnya. Kini pelan-pelan tempat itu akan tergantikan.

2008-2018. Setiap hari kebijakan dan langkahnya diperbincangkan wartawan. Nanti, akan ada nama baru yang menggantikan.

Tak ada gading yang tak retak.  Gubernur Jabar Ahmad Heryawan bagi saya istimewa.

#HaturNuhunKangAher

*tulisan pribadi, Wisnu Wage (wartawan Bisnis Indonesia biro Bandung desk Pemprov)