Jawa Barat - Bisnis.com
Kamis, 16 Agustus 2018

Dedi Mulyadi Temukan Peluang Pertumbuhan Ekonomi Baru Di Jawa Barat

Wisnu Wage Selasa, 12/06/2018 09:52 WIB
Dedi Mulyadi Temukan Peluang Pertumbuhan Ekonomi Baru di Jawa Barat
Dedi Mulyadi

Bisnis.com,BANDUNG--Jawa Barat merupakan provinsi berpenduduk terbesar di Indonesia. Karena itu, pertumbuhan ekonomi menjadi salah satu hal krusial sebagai penopang kehidupan penduduknya. Perlu dicari sektor baru yang menggenjot pertumbuhan ekonomi tersebut. 
 
Demikian disampaikan Calon Wakil Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Menurutnya potensi perekonomian di Jawa Barat sangat besar. Bahkan terlampau besar sehingga berbagai pihak seringkali lupa terhadap potensi besar itu. Dia menegaskan ceruk-ceruk peluang peningkatan ekonomi harus dimanfaatkan demi kesejahteraan masyarakat. 
 
“Warisan orang tua kita ini sangat banyak. Mulai dari makanan, kerajinan dan produk lain. Kita sering lupa untuk memaksimalkannya dalam menggenjot pertumbuhan ekonomi. Semua itu harus digarap untuk kesejahteraan rakyat Jawa Barat,” jelasnya, Senin (11/6/2018).
 
Dedi memisalkan sate maranggi di Purwakarta yang berhasil dia branding menjadi produk kelas internasional. Menurutnya, produk lain dapat memiliki daya saing global jika dikelola dengan baik. 
 
Seluruh aspek pengelolaan mulai dari produksi sampai pemasaran menurut dia, akan menciptakan pertumbuhan ekonomi. 
 
“Di Purwakarta saya mencoba dengan sate maranggi. Hasilnya, gak kalah kok sama steak. Alhamdulillah, sekarang menjadi menu unggulan di beberapa hotel berbintang,” ucapnya. 
 
Bidik Pasar Milenial 
 
Habit (kebiasaan) generasi milenial di sosial media ternyata tidak luput dari perhatian Dedi Mulyadi. Kegandrungan mereka untuk ‘kepo’ (ingin tahu) terhadap konten, menjadi peluang tersendiri. 
 
Secara teknis, pemilik usaha dapat menyusun konten produknya dalam bentuk digital untuk disebarkan secara luas. 
 
“Orientasinya nanti produk kita jadi referensi mereka. Sosmed holic itu kan senang terhadap dua hal, tempat wisata dan makanan. Mereka juga interest kepada produk-produk kreatif. Artinya, pasar ada, tinggal kesanggupan kita menyiapkan produk,” ucapnya. 
 
Seluruh kabupaten/kota di Jawa Barat memiliki potensi yang sama untuk mengembangkan produk lokal. Jika dibutuhkan, Pemprov Jabar dikatakannya siap melakukan advokasi seluruh prosesnya. 
 
“Cianjur punya tauco, Tasikmalaya punya kerajinan luar biasa banyak. Nah, perajin dan penjual harus sama-sama sejahtera. Nanti kita siap kok untuk melakukan pendampingan di masing-masing simpul,” katanya