Jawa Barat - Bisnis.com
Senin, 25 Juni 2018

Dedi Mulyadi: Puasa Momentum Bangun Keadilan Sosial

Wisnu Wage Kamis, 31/05/2018 18:52 WIB

Bisnis.com,BEKASI-Calon Wakil Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa puasa merupakan momentum membangun keadilan sosial. 

Menurut dia, banyak cara yang bisa dilakukan untuk mewujudkan sila ke 5 Pancasila tersebut. Salah satunya dengan menggelar buka puasa bersama warga kurang mampu. Hal tersebut diakui mantan Bupati Purwakarta tersebut merupakan rutinitas setiap Bulan Ramadan. 

“Ramadhan itu bulan cahaya, harus kita jadikan tuntunan untuk mewujudkan keadilan sosial. Kita bisa mengundang warga sekitar rumah kita untuk berbuka puasa bersama. Mereka bisa merasakan berkah Ramadhan,” katanya saat berkunjung ke Kabupaten Bekasi, dalam rilis Kamis (31/5/2018).

Di Desa Karang Satu, Kecamatan Karang Bahagia tersebut Dedi Mulyadi mengajak warga untuk melakukan hal yang sama. Karena, berdasarkan pengalaman religinya, kebersamaan bersama warga kurang mampu dapat menciptakan kesucian lahir dan batin.

“Misal begini, kalau buka puasa, biasanya ingin semua dimakan. Nah, itu penyakit sebenarnya. Akibatnya buruk, bisa membuat ngantuk saat salat tarawih. Karena itu, lebih baik makanannya kita bagi untuk warga. Itu ikhtiar kita mensucikan lahir dan batin,” jelasnya.

Fungsi Zakat Fitrah

Dalam persfektifnya, zakat juga memiliki fungsi sama. Ditambah, dimensi ibadah tersebut memiliki spektrum sosial. Karena itu, keadian sosial dia yakini dapat segera terwujud jika zakat konsisten dilaksanakan umat Islam.

“Zakat, infaq dan sedekah itu bagian dari cara Islam dalam mengentaskan kemiskinan. Sehingga, keadilan sosial dapat segera kita wujudkan,” ujarnya.

Selama 15 tahun berkeliling Jawa Barat, kader Nahdlatul Ulama tersebut bertemu dengan banyak warga miskin. Kondisi mereka sangat memprihatinkan dan membutuhkan segera uluran tangan.

“Kalau sudah masuk Bulan Ramadan, sering merasa terenyuh. Di bulan lain juga begitu, karena selama 15 tahun saya banyak bertemu dengan warga kurang mampu. Mereka membutuhkan bantuan kita,” katanya.

Menurut Dedi, Negara dan kelompok masyarakat yang sudah mampu harus hadir demi menjawab persoalan kemiskinan di Jawa Barat. Apalagi, umat muslim memiliki item ibadah sosial yang strategis dalam upaya untuk itu.

“Delapan ashnaf (golongan) itu harus menjadi prioritas. Makanya, zakat itu bagian dari solusi masalah sosial,” ucapnya.