Jawa Barat - Bisnis.com
Senin, 23 Juli 2018

Kenaikan Harga Daging Ayam Di Bandung Disinyalir Karena Monopoli

Dea Andriyawan Rabu, 16/05/2018 14:25 WIB
Kenaikan Harga Daging Ayam di Bandung Disinyalir Karena Monopoli
Ilustrasi
Bisnis

Bisnis.com, BANDUNG - Kenaikan harga daging ayam di Kota Bandung disinyalir dimonopoli oleh pengusaha-pengusaha besar sehingga menyebabkan harga meroket mencapai Rp40.000-Rp43.000 per kg.

Ketua Divisi Perunggasan Persatuan Pedagang Warung dan Pasar Tradisional (Pesat) Jabar Yoyo Sutarya mengatakan, harga ayam cenderung fluktuatif sejak Iduladha 2017 lalu dan saat ini adalah harga paling tinggi. Sehingga menurutnya, para pedagang ayam di pasar mengalami kerugian akibat berkurangnya penjualan akibat harga tinggi.

"Hari ini Rp40.000, sebenarnya kita pedagang gak ada untung, modalnya aja udah Rp39.000 per kilogram," Katanya saat dihubungi Bisnis.com, rabu (16/5).

Dugaan permainan harga ini, kata dia, dimulai di tingkat produsen yang notabene memiliki DOC (Day Old Chick), pakan, dan obat sendiri, namun memasang harga yang relatif tinggi kepada distributor, sehingga harga yang sampai ke penjual mencapai harga Rp39.000. Padahal di harga normal, ayam bisa dijual ke pembeli dengan harga Rp32.000 hingga Rp34.000.

Padahal lanjut dia, tidak ada kekurangan pada stok ayam di Kota Bandung. Namun, ayam-ayam yang didatangkan dari Priangan Timur dan Bandung Raya ini terus mengalami perubahan harga.

"(Distribusi) lancar-lancar saja, cuma tersendatnya mungkin di monopoli, mungkin nyampe (modal) di ternak Rp23.500, keuntungannya mereka terlalu besar, tapi mengaku rugi," katanya.

Pihaknya pun mengaku telah berusaha untuk beraudiensi dengan pihak yang bertanggung jawab terkait permasalahan ini, baik ditingkat provinsi mau pun kota. Tapi usahanya tidak membuahkan hasil.

"Saya sudah mengajukan audiensi dengan Gubernur, Walikota, tapi tidak bisa juga, padahal kita mau bicara masalah permasalahan harga (ayam) ini," katanya.

Untuk itu, pihaknya meminta kepada pemerintah untuk segera mengambil tindakan guna mengantisipasi kenaikan harga daging ayam yang mungkin akan terus terjadi. Apalagi, masyarakat akan memasuki bulan Ramadan yang tentunya kebutuhan masyarakat akan meningkat.

"Mudah-mudahan pemerintah bisa membatasi harga, padahal dari 2016 kita sudah meminta diadakan pertemuan antara pemerintah dengan Pedagang, gunanya untuk mengontrol harga, tapi tidak juga terlaksana," katanya.

Katanya pun, jika harga ayam terus mengalami lonjakan, pihaknya mengaku akan melakukan mogok jualan sebagai bentuk protes terhadap pemerintah yang tidak mampu menjaga stabilitas harga bahan kebutuhan pokok.

"Bukan mengancam ya, tapi kita terus rugi," tandasnya.

Sebelumnya, Penjabat Sementara Wali Kota Bandung M Solihin memastikan pihaknya akan segera mengevaluasi bersama Satuan Tugas (Satgas) Pangan. Menurutnya Pemkot Bandung akan segera mencari solusi saat harga terus melonjak.

Merespon kondisi ini, Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kota Bandung, Elly Wasliah akan berkoordinasi dengan pemasok ayam.

"Saat produsen menaikan harga tidak terlalu tinggi tetapi ternyata harga di pasaran tinggi, ini akan diteliti. Di titik mana yang mengambil keuntungan terlalu besar. Kita akan berkoordinasi dengan Satgas Pangan," Pungkasnya.