Jawa Barat - Bisnis.com
Senin, 22 Oktober 2018

B4T Jadi Ujung Tombak Kemenperin Hasilkan Inovasi Industri

Kahfi Selasa, 15/05/2018 19:41 WIB

 

Bisnis.com, BANDUNG- Balai Besar Bahan dan barang Teknik atau B4T merupakan salah satu balai penelitian yang jadi andalan Kemenperin menghasilkan inovasi industri. Harapannya, balai penelitian tersebut mampu menyangga kemajuan industri nasional dalam menghadapi revolusi industri 4.0

Kepala Pusat Standardisasi Industri Kemenperin Yan Sibarang Tandiele mengungkapkan seiring dengan kenaikan peringkat Indonesia menjadi posisi ke-36 dari 137 negara dalam Global Competitiveness Report yang dirilis World Economic Forum pada rentang waktu 2017-2018, inovasi memberikan andil cukup besar. Kegiatan inovasi merupakan salan satu  di antara 12 pilar yang menentukan daya saing suatu negara di kancah global dalam indeks tersebut.

Yan menjelaskan inovasi tersebut antara lain dihasilkan balai-balai penelitian milik kementerian. Terlebih, katanya, sejak digulirkannya wacana Industri 4.0, kegiatan penelitian yang berkorelasi dengan peningkatan nilai ekonomi, semakin digalakkan.

Lewat balai penelitian tersebut, singgung Yan, Kemenperin melindungi kepentingan mendongkrak daya saing industri nasional, juga perlahan melakukan pengembangan substitusi impor.  Sebagai contoh, saat ini, B4T yang merupakan balai di bawah Kemenperin telah mengembangkan implementasi sistem baterai ion litium, yang telah dimanfaatkan untuk produksi powerbank, panel surya, serta motor listrik.

Karena itu, Yan mengharapkan B4T dapat terus menggandeng mitra industri guna melaksanakan misi kemandirian nasional tersebut. “B4Tsejauh ini memang ujung tombak kami melakukan hilirisasi dan lokalisasi industri,” katanya, Selasa (15/5/2018).

Selain itu, Kemenperin telah menetapkan  pengembangan bagi produk masa depan sektor otomotif yakni kendaraan listrik. Untuk menunjang industri tersebut, setidaknya Kementerian wajib mengebut kesiapan lokalisasi, terutama yang mencakup komponen utama seperti baterai.

Salah satu upaya ke arah sana, Kemenperin telah menugaskan B4T untuk melakukan penelitian dan pengembangan prototipe baterai kendaraan. B4T kemudian diminta menggandeng para mitra dari kalangan industri.