Jawa Barat - Bisnis.com
Minggu, 19 Agustus 2018

Penerapan Smart City: Jabartel Siapkan Rp500 Miliar Untuk Serat Optik

Wisnu Wage Selasa, 15/05/2018 10:10 WIB
Penerapan Smart City: Jabartel Siapkan Rp500 Miliar Untuk Serat Optik

Bisnis.com,BANDUNG—Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui PT Jabar Telekomunikasi menyiapkan anggaran Rp500 miliar guna membangun jaringan serat optik untuk kepentingan program smart city.

Direktur PT Jabartel Aliyas mengatakan pihaknya sudah bersiap menggarap infrastruktur jaringan serat optik sepanjang 3.000 kilometer di ruas jalan milik provinsi untuk kebutuhan 27 kabupaten/kota sampai 5 tahun ke depan.

 “Kami mulai pembangunannya Juni nanti, kami bagi ke dalam 400 kilometer pertama,” katanya di Workshop Smart City di Bandung, Senin (14/5).

Menurutnya target 3.000 kilometer ini dibagi setiap tahun sepanjang 400 kilometer dengan kebutuhan anggaran awal sebesar Rp500 miliar. Target ini datang dari hasil details engineering design (DED) yang dilakukan Dinas Komunikasi dan Informatika Jabar. “Investasinya karena kami BUMD, maka punya keleluasan cari investor. Kami memastikan ini feasible dan layak,” tuturnya.

Dia memastikan saluran serat optic bersama ini juga merupakan salah satu infrastruktur pendukung terwujudnya smart city di Jawa Barat. Saat ini penataan infrastruktur smart city di Jawa Barat dan sejumlah wilayah di Indonesia masih kurang terintegrasi. “Tugas kami bersama BUMD daerah mengintegrasikan dengan infrastruktur kabupaten/kota kami bangun bertahap dalam  tahun,” katanya.

Sementara konsep tersebut mewajibkan peningkatan kualitas dan pelayanan tata kelola pemerintahan infrastruktur jaringan telekomunikasi dan sistem informasi berbasis TI yang optimal.“Penataan ini bersifat mendesak. Bukan saja dalam kontek kelancaran dan keamanan berkomunikasi, tetapi juga terkait perannya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi,” paparnya.

Diakuinya membangun infrastruktur smart city di 27 kabupaten/kota di Jabar tidak mudah mengingat kondisi geografis setiap daerah tidak sama. Dia mencontohkan Kabupaten Kuningan dimana pembangunan di pusat kotanya tidak mengalami kendala, namun saat masuk ke wilayah pelosok maka tindakan alternatif terpaksa diambil. “Contoh sukses kami yang sudah dibangun itu di Kota Depok,” tuturnya.

Aliyas menambahkan Kominfo Pusat turut memberikan bantuan platform pada pihaknya untuk mempercepat pembangunan di wilayah-wilayah terpencil dan pelosok. Dengan infrastruktur yang dibuat Jabartel, maka penerapan smart city dan aplikasi yang dibangun daerah menurutnya tinggal dijalankan. “Bicara untung soal infrastruktur smart city ini tidak besar, tapi kami ditarget harus untung,” ujarnya.