Jawa Barat - Bisnis.com
Senin, 22 Oktober 2018

Alasan Bos Facebook Selalu Pakai Baju Itu-itu Saja

Dea Andriyawan Minggu, 13/05/2018 18:15 WIB
Alasan Bos Facebook Selalu Pakai Baju Itu-itu Saja
Mark Zuckerberg

Bisnis.com, BANDUNG - Mark Zuckerberg, pemilik Facebook sekaligus orang terkaya ke lima di dunia ternyata tidak suka pakai baju-baju mewah dengan harga selangit.

Berbeda dengan orang kaya lainnya, Mark justru kerap terlihat di publik hanya dengan mengenakan kaos polos dengan celana jeans yang memberikan kesan kesederhanaan melekat pada dirinya.

Dilansir Finansialku.com, Mark yang memiliki total kekayaan di tahun 2017 yang diperkirakan mencapai angka US$53,6 miliar atau setara dengan Rp700 triliun dan dinobatkan sebagai orang terkaya di dunia bahkan pada usia dia yang masih tergolong muda, 30-an tahun, namun hal ini tidak dijadikan alasan untuk dia membeli pakaian atau setelan busana termahal sekalipun.

Padahal dengan jumlah kekayaannya tersebut, bukan permasalahan untuk dirinya mengenakan pakaian yang mewah sekalipun. Namun, ia memilih untuk mengenakan baju yang terkesan itu-itu saja dalam memenuhi kebutuhan sandangnya.

Ternyata gaya hidup Mark ini, adalah cara dia untuk memperkecil pengeluarannya hanya untuk bersolek untuk menunjukan dirinya adalah jajaran orang terkaya di dunia.

Selain pada penampilannya, Bos Facebook ini juga melakukan hal serupa pada pemenuhan kebutuhan lainnya. Mark, lebih memilih tinggal di rumah sederhana dibanding tinggal di istana megah untuk menaruh kekayaannya. Mark hanya tinggal di sebuah rumah sewaan yang sederhana. Menurut Mark, yang terpenting adalah keamanan lingkungan dan kenyamanan. Mark bersama istrinya Priscilla Chan dan anaknya lebih memilih rumah sederhana dan tinggal dengan tenang.

Dengan tinggal di rumah yang sederhana, Mark tidak memamerkan harta kekayaannya yang berlimpah dan tetap rendah hati. Selain itu, Mark pun dapat melakukan penghematan pada biaya pemilikan rumah dan pada biaya perawatan rumah. Bagi sebagian orang yang mempunyai sikap skeptis akan pencurian atau kriminalitas lainnya, tinggal di rumah sederhana dapat membantu mengurangi risiko tersebut.

Tidak hanya soal pakaian dan tempat tinggal, bahkan kendaraan yang dipilih oleh Mark pun diprioritaskan kenyamanannya bukan harganya. Tentunya Mark mampu membeli helikopter atau pesawat jet pribadi sekalipun, tetapi ia memilih untuk tetap sederhana menggunakan kendaraan kecil.

Mungkin miliarder lainnya memilih kendaraan setara dengan kelas BMW, Ferrari atau Lamborghini, tetapi lain halnya dengan Mark yang memilih untuk mengendarai mobil manual Volkswagen setiap hari ke tempat kerjanya.

Tentunya memiliki kendaraan mewah memerlukan budget yang tinggi. Biaya maintenance onderdil mobil, biaya bahan bakar biaya perawatan, serta pembayaran pajak pemilikan mobil mewah yang cukup tinggi. Dengan mengendarai kendaraan sederhana, Mark dapat menghemat biaya perawatan dan tidak terlihat mencolok. Ini berarti, walaupun ia sudah kaya, ia akan menjadi semakin kaya.

Mark mempunyai prinsip bahwa untuk hidup hemat bukan berarti harus hidup serba kurang, tetapi bagaimana ia mewujudkan apa yang diinginkannya. Salah satu contohnya adalah menggelar pernikahan hanya di halaman belakang rumahnya. Tentunya ia sanggup menggelar prosesi pernikahan yang jauh lebih mewah di mana pun atau bagaimana pun yang dia inginkan, tetapi dia ingin mewujudkan mimpinya menggelar pernikahan di halaman rumahnya.

Setelah menikah, Mark dengan istrinya pun berbulan madu ke tempat yang sering dijadikan destinasi bulan madu untuk orang-orang sekitarnya. Salah satu hal yang dilakukan pada saat mereka berbulan madu adalah makan bersama di McDonald Italia. Ini menunjukkan bahkan untuk proses pernikahannya, Mark dan istri sangat mementingkan prinsip hidup sederhana.

Sisi filantropis seorang Mark sepertinya harus ditiru, walaupun ia bergelimang harta dan hidup sederhana, ia tidak ragu untuk memberi pada yang membutuhkan. Mark dan istrinya juga membangun suatu organisasi kemanusiaan yang memfokuskan pendidikan dan kesehatan dunia.