Jawa Barat - Bisnis.com
Kamis, 16 Agustus 2018

Konser Musik Kahitna Di Kampus Widyatama, Gelorakan Gerakan Menabung Saham Di Kalangan Anak Muda

Kahfi Selasa, 01/05/2018 10:15 WIB
Konser Musik Kahitna di Kampus Widyatama, Gelorakan Gerakan Menabung Saham di Kalangan Anak Muda

 

 

Bisnis.com, BANDUNG- Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama dengan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dan Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) mengadakan konser musik bulanan atau Stock Sound. Untuk kali pertama, kegiatan itu berlangsung di lungkungan perguruan tinggi, Universitas Widyatama Bandung.

Konser yang menghadirkan grup Kahitna itupun dimaksudkan menjaring para investor muda. Terlebih, kampus Widyatama merupakan salah satu lokasi galeri investasi paling aktif di Jawa Barat.

Selaku tuan rumah kegiatan Stock Sound bulan April 2018, kampus Widyatama telah melalui seleksi berupa pemungutan suara di sosial media yang meliputi kampanye menabung saham, serta beragam kegiatan sosialisasi invetasi. “Jadi tuan rumah kegiatan, harus melalui seleksi dari seluruh galeri investasi di Indonesia, akhirnya Universitas Widyatama paling aktif di sosial media, mereka yang berhak,” kata Direktur Pengembangan Bisnis PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Nicky Hogan, Senin (30/4/2018).

Nicky mengatakan terdapat banyak kegiatan kampanye menabung saham sebagai pra konser music Kahitna. Selama sebulan, kampus Widyatama telah menyelenggarakan delapan kali sekolah pasar modal, serta tiga kali mengadakan pertemuan investor.

“Selain itu, terdapat kampanye saat CFD , hasilnya terdapat 389 investor baru, cukup massif,” ungkap Nicky.

Grup Kahitna pun terpilih untuk mengisi acara di Kampus Widyatama. Harapannya, kata Nicky, dengan kegiatan itu mampu menggaet calon investor dari generasi milenial lebih banyak.

Hingga saat ini, dari seluruh jumlah investor saham secara nasional, sebanyak 30% berasal dari kaum milenial. Kisaran usia para investor itu, merentang dari 17 tahun hingga 25 tahun.

“Meski nilai transaksinya masih kecil, karena kebanyakan masih berstatus pelajar, namun ke depan, merekalah yang akan jadi investor aktif, jangka panjang,” tukas Nicky.

Kepala Kantor BEI PIGP Bandung Reza Sadat Shahmeini mengungkapkan di seluruh Jawa Barat, hingga Maret tahun ini, terdapat 108.000 ribu investor yang tercatat dalam single investor identification atau SID. Pada kuartal pertama, terdapat penambahan sebanyak 8.000 SID.

“Tahun ini, kami menargetkan 35.000 investor baru,” tutup Reza.