Jawa Barat - Bisnis.com
Senin, 23 Juli 2018

Dedi Mulyadi Mengaku Tengah Memetik Buah Pencitraan 4 Tahun Terakhir

Wisnu Wage Selasa, 17/04/2018 18:02 WIB
Dedi Mulyadi Mengaku Tengah Memetik Buah Pencitraan 4 Tahun Terakhir
Dedi Mulyadi

Bisnis.com,BANDUNG--Naiknya tingkat elektabilitas Deddy-Dedi rupanya tidak selalu didorong oleh biaya logistik yang tinggi saat kampanye.

Calon wakil gubernur nomor urut 4 di Pilgub Jabar 2018, Dedi Mulyadi mengatakan biaya bukan penentu dalam meningkatkan elektabilitas menjelang Pilgub Jabar 2018. "Saya kalau dihitung-hitung baru habis seratusan selama kampanye," katanya di Gedung Sate, Bandung, Selasa (17/4/2018).

Menurutnya biaya yang minim dapat digunakan secara efektif dengan program yang menyasar banyak orang atau calon pemilih dalam kampanye.

"Bekal Rp 10 juta cukup sehari, untuk keperluan bensin atau makan saya dengan tim di lapangan. Sampai sekarang belum Rp 1 miliar, masih jauh dari Rp 1 miliar. Sampai nanti pencoblosan, paling Rp 1,5 miliar habis," katanya.

Dia menilai kondisi ini sangat berlawanan dengan penyataan sejumlah pihak yang menyatakan bahwa dibutuhkan sampai ratusan miliar rupiah untuk berkampanye sebagai calon gubernur atau wakilnya. Hal ini, katanya, diatasi dengan pengektifan program kampanye.

"Karena di lapangan sudah terkondisikan, di lapangan saya tidak buat acara, tidak mengumpulkan orang, atau mobilisasi besar. Saya hanya modal jalan kaki ke gang-gang, orang datang sendiri. Makan rujak timun juga jadi dan ramai," katanya.

Dengan cara berkomunikasi langsung dengan masyarakat, katanya, tanpa membicarakan hal-hal rumit, hanya keseharian, kampanye dapat secara efektif tersampaikan. Berbeda dengan orang yang pidato formatif mengenai hal rumit di atas panggung kepada masyarakat umum.

"Kalau mendirikan panggung, pakai sound system, berapa uang yang harus keluar, itu mah mahal," ujarnya.

Dia juga mengaku sangat terbantu peran para calon legislatif dari Partai Golkar saat berkampanye di lapangan. Ditambah antusias masyarakat kepada dirinya yang memang sudah dikenal lama di tengah masyarakat.

"Orang Jawa Barat itu masyarakat yang cair. Komunikasi publik yang baik harus dilakukan, itu hal yang penting. Masyarakat Jawa Barat relatif menerima proses silaturahmi selama ini," tuturnya.

Dedi Mulyadi sendiri tercatat memiliki harta dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) sebanyak Rp 6,15 miliar. "Saya menuai buah pencitraan yang sudah dikerjakan sejak empat tahun terakhir," pungkasnya.