Jawa Barat - Bisnis.com
Minggu, 23 September 2018

Memetik Pengalaman Investasi Saham Dari 'Warren Buffet' Indonesia

Ilham Budhiman Minggu, 15/04/2018 10:25 WIB
Memetik Pengalaman Investasi Saham dari 'Warren Buffet' Indonesia
Lho Kheng Hong saat memaparkan pengalaman investasi saham dihadapan mahasiswa MBA ITB

Bisnis.com, BANDUNG - Investor terkemuka Indonesia Lo Kheng Hong berbagi pengalaman mengenai investasi dalam acara "Who Wants To Be A Billionaire Value Investing" di Labtek XIV SBM ITB, Sabtu (14/4).

Adapun selain Lo Kheng Hong, hadir sebagai narasumber Director MBA-ITB Dr. Subiakto Soekarno, Value Investor Erman Sumirat dan Donald Crestofel Lantu, Kepala Perwakilan BEI Jabar Reza Sadat Shahmeini, serta Vimalasari dari Panins Sekuritas Bandung.

Menurut Reza Sadat, kehadiran Lo Kheng Hong yang dijuluki Warren Buffet Indonesia setidaknya bisa memberikan inspirasi tentang investasi saham kepada mahasiswa MBA ITB disamping motivasi-motivasi lain yang diberikan.

"Pak Lo memberikan inspirasi kepada mahasiswa-mahasiswi ITB untuk memilih saham-saham undervalue atau salah harga karena itu perusahaan-perusahaan yang punya potensi ke depan dan prospek yang bagus," kata Reza.

Selain itu, kata Reza, Lo Kheng Hong juga berpesan agar mencari perusahaan-perusahaan yang reputasi manajemennya baik, serta mencari perusahaan yang labanya besar dan harganya murah.

"Itu sebuah inspirasi yang cukup menarik. Khususnya bagi mahasiswa S2 MBA ITB, karena mereka bukan sekedar mahasiswa tapi juga ada yang kerja dan seorang profesional. Kebetulan MBA ITB punya kelas untuk capital market," ujarnya.

Menurut dia, tidak ada kata terlambat untuk memulai dan memasuki dunia investasi saham. Sehingga pengalaman yang diberikan Lo Kheng Ho bisa dijadikan inspirasi guna memulai investasi itu. Terlebih, tingkat return (keuntungan) tengah dalam kondisi baik.

"Bahwa memang investasi saham memberikan tingkat return terbaik dalam sepuluh tahun terakhir,"

"Bursa Efek Indonesia memberikan tingkat return terbaik, dibandingkan juga dengan instrumen-instrumen investasi lainnya, maupun juga dengan di bursa-bursa lainnya di dunia," katanya.