Jawa Barat - Bisnis.com
Rabu, 19 September 2018

Batal Berangkat Haji, Nasabah Gugat BMT Global Insani

Maman Abdurahman Rabu, 11/04/2018 14:43 WIB
Batal Berangkat Haji, Nasabah Gugat BMT Global Insani
Ilustrasi
Reuters

Bisnis.com, CIREBON—Sejumlah nasabah Baitul Maal wa Tamwil (BMT) Global Insani melakukan gugatan atas dugaan penipuan yang dilakukan BMT tersebut yang sebelumnya menjanjikan bagi hasil keuntungan dari dana yang diinvestasikan.

Menurut keterangan dari nasabah, Global Insani menawarkan paket investasi yang hasil pembagian keuntungannya bisa diakumulasikan untuk biaya ibadah haji dan umrah. Saat menawarkan produk investasi, pihak Global Insani menerangkan bahwa dana yang dihimpun akan dikelola sebuah perusahaan ternama di Cirebon.

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Forum Bela Negara-RI yang berkantor di Kabupaten Cirebon diminta sejumlah nasabah yang mengaku telah menjadi korban. Mereka meminta agar dugaan penipuan yang dilakukan Global Insani dituntaskan hingga ranah hukum.

Ketua LBH Forum Bela Negara-RI, Ibnu Saechu mengatakan pihaknya telah mendapat puluhan laporan tentang dugaan penipuan yang dilakukan Global Insani sebuah lembaga keuangan mikro berbasis syariah yang seolah melakukan kegiatan usaha travel perjalanan umroh dan haji.

“Berkas pengaduan sejumlah nasabah telah dilimpahkan ke Polres Cirebon, dan kami masih menunggu tindaklanjutnya,” katanya, Rabu (11/04/2018).

Ibnu menuturkan beberapa hari lalu para korban melakukan pertemuan dengan pihak Global Insani akan tetapi tidak ada hasil pasti karena dari pihak Global Insani yang diwakili direksinya yakni Yuki masih meminta waktu kepada nasabah untuk pengembalian uang.

“Dana yang terhimpun di Global Insani ternyata digunakan untuk usaha jahe dan jati kebon yang tak membuahkan hasil karena faktor cuaca,” tuturnya.

Ketika dihubungi terpisah, Kapolres Cirebon, AKB Risto Samodra membenarkan adanya laporan dari sejumlah nasabah BMT Global Insansi dan saat ini kasusnya sedang ditangani oleh tim terpadu dari Polres Cirebon dan Polda Jabar.

“Penanganan laporan dilakukan secara terpadu, untuk hal teknis silahkan ditanyakan ke penyedik dan KBO Reskrim,” ujarnya. (k3)