Jawa Barat - Bisnis.com
Kamis, 21 Juni 2018

PILGUB JABAR 2018

Dugaan Kampanye Hitam, PDIP Laporkan Akun Perisai.Rakyat21

Wisnu Wage Rabu, 14/03/2018 13:05 WIB
Dugaan Kampanye Hitam, PDIP Laporkan Akun Perisai.Rakyat21
Tim Hasanah menunjukkan postingan kampanye hitam

Bisnis.com,BANDUNG---Tim pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat, Tb Hasanudin dan Anton Charliyan (Hasanah) melaporkan dugaan black campaign (kampanye hitam) di sosial media ke Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Bawaslu Jabar, Bandung, Rabu (14/3/2018).

Anggota tim advokasi dan hukum Hasanah, Indra Sudrajat mengatakan pihaknya melaporkan sebuah akun media sosial bernama perisai.rakyat21 yang diduga telah melakukan serangan kampanye hitam dan fitnah terhadap pasangan Hasanah. Salah satu yang diposting akun tersebut adalah mempelesetkan singkatan Hasanah (Hasanudin-Anton Amanah) menjadi Hasetan (Hasanudin-Anton Setan).

Postingan berupa gambar dan tulisan itu diposting akun instragram tersebut pada Selasa (13/3/2018) malam sekitar pukul 21.00 WIB. Namun, postingan tersebut baru ditemukan tim Hasanah pada Rabu (14/3) pagi.
"Kami menemukan di Instagram ada yang memposting gambar dan kata-kata yang tidak pantas yang dialamatkan kepada pasangan Hasanah," katanya.

Dia mengakui selama ini pasangan Hasanah memang kerap mendapat "serangan" dan difitnah macam-macam di media sosial. Namun, karena postingan tersebut dinilai sudah keterlaluan maka pasangan Hasanah akhirnya melaporkan kampanye hitam itu ke Bawaslu Jabar."Setelah dari Bawaslu ini kami akan laporkan juga ke Polda Jabar," ujarnya.

Tim Hasanah berharap Bawaslu dan Polda Jabar segera menindaklanjuti laporan tersebut dan secepatnya mengungkap dan menangkap pemilik akun maupun aktor intelektualnya. Apalagi, Bawaslu dan Polda Jabar pun telah mendeklarasikan menolak hoax dan kampanye hitam.

Menurutnya dari postingan macam ini yang paling dikhawatirkan pihaknya adalah erangan-serangan seperti ini bisa memicu konflik hotizontal dan membuat Pilkada ini jadi tidak kondusif. Oleh karena itu, ia meminta Bawaslu dan kepolisian segera mengungkap kasus-kasus seperti ini.