Jawa Barat - Bisnis.com
Kamis, 21 Juni 2018

PILGUB JABAR 2018: Ini Kritik Pengamat Soal Asyik Dan Deddy-Dedi

Wisnu Wage Rabu, 14/03/2018 11:30 WIB
PILGUB JABAR 2018: Ini Kritik Pengamat Soal Asyik dan Deddy-Dedi

Bisnis.com,BANDUNG--Pengamat Politik Unpar Asep Warlan Yusuf masih melanjutkan kritiknya terhadap penampilan kandidat gubernur dan wakil gubernur Jabar di Debat Publik, Senin (14/3/2018) lalu.

Usai memberikan kritik pada pasangan Ridwan Kamil-Uu dan Hasanudin-Anton dirinya pun memberikan kritik kepada pasangan nomor urut 3 Sudrajat-Syaikhu yang dinilai menjawab pertanyaan atau beradu argumen dengan pemaparan yang normatif dan tidak spesifik.

Asep menilai pemaparan yang diberikan pasangan yang diusung Gerindra, PKS dan PAN itu terlalu memiliki arti yang luas.
"Keunggulannya jadi sulit terbaca karena bisa dibilang text book banget. Tidak menggigit dan orang pun jadi bingung apa yang bisa ditangkap," katanya.

Asep mengatakan diduga pasangan Asyik ini hanya melontarkan ujaran formal karena dalam posisi yang serba salah. Di satu sisi, didukung partai petahana, di sisi lain ada keinginan untuk memperbaiki hal-hal yang masih kurang dari kepemimpinan gubernur saat ini.

Pasangan DM 4 Jabar pun mendapat kritikan karena Deddy Mizwar dianggap tidak terlalu gamblang membeberkan banyak hal penting dalam pemerintahan yang seandainya dalam posisi sebagai gubernur saat ini, dia bisa mengungkapkan upaya perbaikan banyak hal.

"Jangan hanya membela diri, tapi ungkapkan juga banyak hal yang bisa diselesaikan selama ini. Ini juga kesempatan baik untuk Dedi Mulyadi untuk meluruskan kabar-kabar miring tentang dirinya," kata Asep.

Deddy Mizwar, diminta jangan hanya membela petahana, tapi juga memberikan solusi atas berbagai masalah yang ada saat ini, dalam posisi jika dirinya menjabat sebagai gubernur. Dedi Mulyadi, katanya, sudah bisa berbagi porsi dengan baik bersama Deddy Mizwar dan menjabarkan solusi atas berbagai permasalahan.

Menurutnya, para calon yang merupakan petahana ini boleh saja mengungkapkan prestasi-prestasinya saat memimpin daerah masing-masing. Hanya saja, semua diungkapkan dalam porsi yang cukup.

"Ridwan Kamil contohnya menunjukkan dia kompeten di sejumlah bidang. Tapi jangan tentang Bandung lagi Bandung lagi. Nanti masyarakat bilang itu mah Bandung, bukan Jabar," katanya.