Jawa Barat - Bisnis.com
Rabu, 26 September 2018

Jokowi Akan Naikkan Anggaran Bantuan Sosial 2 Kali Lipat

Ajijah Rabu, 14/03/2018 16:45 WIB
Jokowi Akan Naikkan Anggaran Bantuan Sosial 2 Kali Lipat
Presiden Joko Widodo
Antara

Bisnis.com, SERANG - Presiden Joko Widodo berencana menaikkan anggaran untuk program bantuan sosial hingga dua kali lipat sebagai upaya mendongkrak kesejahteraan masyarakat.

"Mudah-mudahan tahun depan anggaran untuk program bantuan sosial naik dua kali lipat sehingga upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat terwujud," kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat pembagian Kartu Indonesia Pintar (KIP), Program Keluarga Harapan (PKH), dan bantuan pangan nontunai di GOR Ciceuri, Kota Serang, Rabu (14/3/2018).

Namun, ia menekankan kepada masyarakat penerima, agar dana yang diberikan harus digunakan untuk keperluan sesuai tujuannya.

Ia mencontohkan dana harus digunakan untuk kepentingan pendidikan anak, seragam sekolah, hingga pemenuhan gizi mereka.

"Untuk KIP siswa SD dapat Rp450.000, SMP Rp750.000, SMA Rp1 juta. Tidak boleh untuk beli pulsa. Kalau beli pulsa kartu dicabut," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Presiden juga menitipkan pesan agar guru-guru yang telah bersertifikasi untuk mendidik anak dengan baik.

"Memberi pendidikan budi pekerti, ahlak, sikap perilaku, beri pendidikan ke arah itu. Kita ingin selain pintar, anak-anak juga punya budi pekerti, tata krama, perilaku yang baik karena itulah ciri bangsa kita," katanya.

Jangan terprovokasi

Dalam kesempatan itu, Presiden sekaligus berpesan agar masyarakat di Kota Serang tidak mudah termakan fitnah dan provokasi di tahun politik.

"Di Kota Serang ini ada pilihan wali kota, nanti Pilpres 2019, saya titip jangan mudah termakan fitnah, isu bohong, jangan gampang percaya, pilih pemimpin yang terpercaya," katanya.

Ia meminta agar seluruh elemen masyarakat untuk menyadari bahwa sesama mereka adalah saudara sebangsa dan setanah air.

"Kita harus sadar bahwa kita semua saudara sebangsa dan setanah air, jangan sampai karena beda pilihan menjadi tidak rukun. Semua harus bersatu karena kita semua bersaudara," katanya.

Tampak hadir mendampingi Presiden yakni Mensos Idrus Marham, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dan Gubernur Banten Wahidin Halim.