Jawa Barat - Bisnis.com
Senin, 22 Oktober 2018

Perlu Kolaboratif Untuk Meraih Piala Adipura 2018

Ilham Budhiman Selasa, 13/03/2018 18:25 WIB
Perlu Kolaboratif untuk Meraih Piala Adipura 2018
Piala Adipura

Bisnis.com, BANDUNG - Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Bandung (DLHK) merasa perlu adanya kolaborasi antar pihak agar Kota Bandung bisa meraih Piala Adipura 2018.

Sekretaris DLHK Kota Bandung Dedy Dharmawan mengatakan, untuk meraih Piala Adipura 2018 pihaknya tidak bisa bekerja sendirian. DLHK perlu menggandeng berbagai pihak untuk turut mewujudkan Kota Bandung yang bersih di lingkungan sekolah, rumah sakit, dan dinas-dinas terkait.

"Pencapaian suatu prestasi tidak akan berhasil kalau satu lembaga tidak berkolaborasi. Maka, mutlak harus kolaborasi dengan masyarakat dan stakeholder. Kolaborasi inilah yang akan membuat Kota Bandung mendapat Adipura,” kata Dedy dalam keterangannya, selasa (13/3).

Saat ini, bagian tersulit dari proses ini adalah membangun kolaborasi dengan masyarakat. Masih adanya masyarakat yang belum sadar akan kebersihan menjadi tantangan utama.

“Ini sampah kita, sampah Anda. Anda tahu tidak sampah ini nanti dipindahkan ke mana? Kebanyakan masyarakat tidak tahu, sampah yang mereka buang akan dibawa kemana. Mereka hanya tahu buang saja,” ujarnya.

Dia menuturkan, penting bagi semua pihak untuk bersama-sama menjaga lingkungan dengan menghilangkan sampah sejak dari sumbernya.

“Kalau bisa jangan minum dari botol plastik. Bawa botol sendiri dari rumah. Ini sederhana. Dengan bawa botol dari rumah, kita sudah mengurangi sampah,” katanya.

Di sisi lain, DLHK  optimistis bisa meraih penghargaan Adipura tahun 2018. "(Optimis) seratus persen,” ujar Dedy.

Hal tersebut diyakini karena DLHK telah berupaya seoptimal mungkin menjaga kebersihan Kota Bandung di berbagai sektor. Dijelaskannya, ada 11 sektor yang menjadi perhatian tim Adipura antara lain pasar, perumahan, pertokoan, perkantoran, dan Tempat Pembuangan Sementara (TPS).

"Kemudian Tempat Pembuangan Akhir (TPA), taman, hutan kota, rumah sakit/pusesmas, sekolah, terminal, stasiun, jalan, dan saluran terbuka/sungai," ucap dia.

Selain kebersihan, ada juga penilaian soal pemilahan sampah. Penilai Aipura akan melihat dan menilai pola pemilahan sampah yang dilakukan Kota Bandung.