Jawa Barat - Bisnis.com
Rabu, 24 Oktober 2018

PILGUB JABAR 2018: Debat Publik Emil Dianggap Dominan, Hasanah Minim Kritik

Wisnu Wage Selasa, 13/03/2018 13:36 WIB
PILGUB JABAR 2018: Debat Publik Emil Dianggap Dominan, Hasanah Minim Kritik
Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum
Antara

Bisnis.com,BANDUNG--Debat perdana kandidat Pilgub Jabar 2018 dinilai memunculkan dominasi calon gubernur terhadap wakilnya, kurangnya kritik terhadap para petahana, dan pemaparan yang terlalu normatif.

Guru Besar Universitas Parahyangan Asep Warlan mengatakan secara keseluruhan, keempat pasangan calon, yakni Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Rindu), Tubagus Hasanuddin-Anton Charliyan (Hasanah), Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik), dan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi (DM 4 Jabar), telah menyampaikan semua substansi yang dibutuhkan publik.
 
Asep memberikan kritiknya untuk masing-masing calon. Pertama untuk pasangan nomor urut 1, yakni Rindu. Ridwan Kamil, dinilai Asel dalam banyak kesempatan terlalu mendominasi pemaparan programnya. Ridwan Kamil dinilai belum bisa berbagi peran dengan Uu dalam acara tersebut.
 
"Ridwan Kamil terlihat sudah mempersiapkan semuanya dengan matang. Bahasa dan retorika yang digunakan sangat bagus dan dapat menarik perhatian masyarakat. Sayangnya, persiapan dan peran ini tidak dibagi dengan wakilnya," kata Asep yang juga merupakan koordinator tim perumus debat publik tersebut saat dihubungi, Selasa (13/3/2018).
 
Seharusnya Ridwan Kamil mau berbagi porsi pembahasan dengan Uu. Wakilnya yang merupakan Bupati Tasikmalaya tersebut dapat diberi kesempatan menangani hal-hal yang dikuasainya dalam debat selanjutnya.
 
Uu disarankan, harus lebih aktif dalam debat selanjutnya, untuk mengimbangi calon wakil gubernur dari pasangan lainnya yang lebih aktif dan berbagi peran dengan setiap calon gubernurnya.
 
Sementara Pasangan nomor urut 2 atau Hasanah menurutnya tidak memanfaatkan posisinya sebagai satu-satunya pasangan yang bukan berasal dari latar belakang kepala daerah. 
 
Hasanuddin yang merupakan anggota DPR RI dan Anton yang mantan Kapolda Jabar, seharusnya dapat melontarkan banyak kritik untuk pasangan lainnya yang merupakan petahana kepala daerah.
 
"Sayang sekali mereka tidak mengkritik sejumlah persoalan yang ada hari ini kepada petahana. Mereka hanya menjelaskan program dan itu pun terlalu cair sehingga konsepnya malah tidak keluar," ujarnya.
 
Pasangan Hasanah, disaranka  harus lebih mengangkat persoalan kekinian, membuat jembatan antara pasangan ini yang sudah bisa dibilang generasi senior dengan kalangan muda.
 
Bagaimana dengan pasangan nomer 3 dan 4? Ikuti beritanya di bandung.bisnis.com