Jawa Barat - Bisnis.com
Rabu, 19 September 2018

Industri Batik Masih Prospektif

Ilham Budhiman Jum'at, 09/03/2018 09:55 WIB
Industri Batik Masih Prospektif
Batik tulis
Antara

Bisnis.com, BANDUNG - Pesona batik nyatanya masih menjadi daya tarik bagi masyarakat terutama bagi para pelaku industrinya dengan catatan harus berinovasi dan mengutamakan segi kualitas.

Demikian diungkapkan Ketua Umum Asosiasi Perajin dan Pengusaha Batik Indonesia Komarudin Kudiya dalam Penyelenggaraan The 4th International Bandung Beauty Expo dan Pameran Batik & Acessories Fair di Trans Luxury Hotel, Kamis (8/3).

Menurutnya, batik masih tetap menjadi primadona di kalangan masyarakat apabila ditunjang dengan inovasi-inovasi yang kekinian. Para pelaku yang berada di industri ini harus mengedepankan segi kualitas di samping ragam hias yang sudah semakin beragam.

"Sekarang orang mencintai batik tidak hanya sekedar ragam hias saja, tapi dilihat dari kualitas batiknya," kata dia.

Komarudin menyatakan, di pasaran banyak sekali batik-batik yang beredar dengan harga murah, namun dengan kualitas yang rendah. Dengan demikian, dia mendorong agar para pelaku di industri tetap berinovasi mengikuti tren arus mode.

"Batik itu beragam sekali, ada batik (asli), tiruan batik dan perpaduan tiruan batik. Namun, ketika bicara batik asli itu mahal tentu tidak, batik bisa didapat untuk anak-anak muda yang disesuaikan dengan kemampuan daya beli, juga ragam hias dekat anak muda. Maka harus dikreasikan sesuai keinginan anak muda," ujarnya.

Komarudin Kudiya mengatakan bahwa The 4th International Bandung Beauty Expo dan Pameran Batik & Acessories Fair yang digelar di Bandung memberikan manfaat luar biasa bagi perkembangan batik itu sendiri, khususnya di Jabar.

Pemilihan Bandung sebagai tempat penyelenggara tak terlepas dari posisi Jabar yang sangat strategis dalam industri batik Nasional.‎ Terlebih ekspo ini digelar dengan label premium.

"Di Jabar, batik bukan hanya filosofis. Di sini banyak perguruan tinggi yang menghasilkan banyak tenaga ahli mengembangkan mesin untuk industri batik. Jabar ini potensinya luar biasa," katanya.

Pameran ini juga menurutnya akan dipergunakan sebagai ajang edukasi kepada berbagai kalangan untuk mengenal batik lebih dekat. Sebab, kata dia, masih banyak masyarakat yang belum memahami tentang batik.

Menurut Komar, batik sebenarnya tidak selalu harus mahal, bahkan batik bisa didapat dengan harga Rp100.000 namun dengan kualitas yang terjamin terutama bagi kalangan anak muda.

"Tapi apabila kita salah memilih, kadang-kadang batik tiruan juga harganya bisa sampai Rp300.000. Artinya, informasi soal batik juga perlu," ucapnya.

Ketua Penyelenggara The 4th International Bandung Beauty Expo dan Pameran Batik & Acessories Fair Dede Koswara menambahkan, penyelenggaraan ajang pameran ini merupakan sebuah kesempatan bagus untuk menumbuhkan industri kedua segmen ini di Bandung dan Jabar.

"Karena para eksibitor yang hadir berasal dari seluruh Indonesia, bahkan ada dari luar negerinya. Jumlah eksibitor sendiri ada 60 untuk beauty dan 32 untuk batik," ucapnya.