Jawa Barat - Bisnis.com
Selasa, 18 Desember 2018

PILGUB JABAR 2018: Di Subang, Demiz Bicara Soal Tolak Impor Beras

Wisnu Wage Selasa, 06/03/2018 10:43 WIB
PILGUB JABAR 2018: Di Subang, Demiz Bicara Soal Tolak Impor Beras
Deddy Mizwar

Bisnis.com,SUBANG--Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut 4 Deddy Mizwar bicara soal program ketahanan pangan dalam kampanyenya di Subang.

Demiz bicara soal itu setelah mendapat curhatan dari masyarakat terkait dengan masalah impor beras.

Hal itu seiring keresahan masyarakat di lumbung padi Jawa Barat tersebut terhadap kebijakan pemerintah pusat yang berencana melakukan kebijakan impor beras.

Deddy Mizwar menegaskan bahwa Jawa Barat tidak membutuhkan impor beras. Terlebih selama ini produksi beras Jawa Barat cukup memenuhi, bahkan surplus. Khususnya produksi beras yang berasal dari wilayah pantura.

“Jabar itu nggak perlu impor beras, Jabar kelebihan 3,4 juta ton, bahkan dilempar keluar Jabar,” kata Deddy Mizwar saat berkampanye di Desa Tambakjati Patokbeusi Kabupaten Subang, Senin (5/3/2018) dalam rilis resmi Selasa (6/3/2018).

Selama ini, kata Deddy, persediaan beras di Jabar cukup melimpah. Produksi ini ditunjang dari wilayah Karawang, Bekasi, Subang dan Indramayu yang menjadi salah satu wilayah lumbung beras Jabar.

Belum lagi Jabar pun memiliki wilayah lumbung beras lainya di wilayah Jabar Selatan. Sehingga ketahanan pangan di Jabar cukup kuat.

“Kemandirian pangan Jabar tidak ada masalah,” kata dia.

Kendati begitu, ketahanan pangan harus terus dipertahankan. Bahkan harus diperluas, sehingga tidak tergerus alih fungsi lahan.

“Ketahanan pangan harus terus, minimal lahan pertanian yang berkelanjutan harus dipertahankan, kalau tidak bisa, ekstensifikasi pertanian yang sekarang ini harus dipertahankan,”katanya.

Dengan teknologi pertanian yang semakin meningkatkan produktivitas. Termasuk juga menambah lahan pertanian. Minimal mempertahankan sudah bagus, karena industri membutuhkan ruang,” tuturnya.