Jawa Barat - Bisnis.com
Kamis, 21 Juni 2018

Ridwan Kamil Dukung Yossi Di Pilwalkot Bandung

Ilham Budhiman Senin, 05/03/2018 14:29 WIB
Ridwan Kamil Dukung Yossi di Pilwalkot Bandung
Ridwan Kamil

Bisnis.com, BANDUNG - Wali Kota Bandung nonaktif Ridwan Kamil mengaku akan mendukung pasangan Yossi Irianto-Aries Supriatna di Pilwalkot Bandung 2018. Terkait dukungannya, Ridwan Kamil memiliki sejumlah alasan.

Pria yang akrab disapa Emil itu menerangkan, dukungan ini sesuai dengan partai yang sama-sama berkoalisi antara pasangan yang bernama Hebring (Hebat-Ringkas) dengan pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Rindu) di Pilkada Serentak 2018.

Pasangan Hebring diketahui didukung oleh PDIP, Partai NasDem, Hanura, PPP. Demikian pula pasangan Rindu, yang diusung oleh ketiga partai tersebut namun minus PDIP.

"Karena partai-partai yang berada dalam koalisi Pilgub Jabar, itu berkumpulnya mendukung Pak Yossi. Sehingga secara formalitas politik maka pasangan Rindu mendukung Pak Yossi," kata Emil, Senin (5/3).

Dengan adanya dukungan ini, kata dia, maka pihaknya akan sekaligus mensosialisasikan pasangan Hebring kepada masyarakat Bandung. Kendati demikian, Emil tak akan menjadi juru kampanye bagi pasangan tersebut.

"Kalau soal jurkam, kan saya juga punya jadwal kesibukan. Jadi mungkin (sosialisasi) saat kampanye di Bandung saat pertengahan ke akhir," kata Cagub Jawa Barat itu.

Emil juga menekankan bahwa dukungan ini merupakan kesepakatan partai, sehingga dukungan ini tidak muncul secara pribadi. "Bukan soal pribadi engga pribadi, tapi kan secara ini kesepakatan politik, tentulah harus kita hormati," kata dia.

Di sisi lain, Emil tetap memuji Oded M. Danial yang juga maju di Pilwalkot Bandung kali ini. Diketahui, Oded merupakan pasangan Ridwan Kamil saat maju di Pilwalkot Bandung 2013 lalu dan dikenal dengan nama Ridho (Ridwan Kamil-Oded). Namun demikian, Emil akan mendukung Yossi sebagai calon Wali Kota Bandung berikutnya.

"Dua-duanya orang baik, Pak Oded berjuang sebagai pasangan Ridho. Pak Yossi juga dapurnya Bandung Juara. Tapi ini situasinya bukan pilihan pribadi, namun situasi koalisi. Jadi dukungannya harus tegak lurus antara koalisi di atas (Pilgub Jabar) dan koalisi di bawah (Pilwalkot Bandung)," ujarnya.