Jawa Barat - Bisnis.com
Senin, 25 Juni 2018

Dorong Modernisasi Pertanian, Kementan Dan Pindad Bahu Membahu

Kahfi Kamis, 01/03/2018 14:05 WIB
Dorong Modernisasi Pertanian, Kementan dan Pindad Bahu Membahu

 

Bisnis.com, BANDUNG- Sejauh ini, salah satu persoalan produksi pangan adalah tingkat produktivitas yang rendah dari para petani. Selain itu, akhir-akhir inipun sektor pertanian kian kelangkaan tenaga kerja untuk menggarap lahan.

Salah satu cara guna menyelesaikan persoalan tersebut yang berujung pada krisis pangan yaitu memodernisasi cara produksi petani. Langkah konkret dari modernisasi pertanian adalah penggunaan alat dan mesin pertanian.

Pada kunjungannya di komplek PT Pindad (Persero), Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan Pending Dadih Permana mengungkapkan untuk mendorong modernisasi tersebut, pemerintah memerlukan adanya industri alat dan mesin pertanian di dalam negeri. “Salah satu yang potensial dan mempunyai kompetensi itu adalah PT Pindad,” ungkapnya di sela Pelatihan Operator Dinas dan Petani, Bandung, Kamis (1/3/2018).

Dia mengatakan Pindad sebagai industri strategis nasional telah menunjukan kemampuan memproduksi alat pertahanan dan persenjataan bagi TNI. Kemampuan itu, kata Pending, bisa diarahkan pula untuk memproduksi mesin dan alat pertanian yang canggih.

Sejauh ini, Kementan telah bersinergi dengan Pindad untuk melakukan penelitian dan pengembangan produksi alat dan mesin pertanian tersebut. Alhasil, sejak tahun lalu, Pindad telah sukses memproduksi Traktor Multiguna Roda 4 (PTM45), Mesin Penanam Biji-bijian (Rotatanam PR1800) Mesin Pemanen Padi dan Jagung (combine Harvester PP150).

Sementara itu, Direktur Bisnis Produk Industrial Pindad Heru Puryanto mengungkapkan sejauh ini pasar alat dan mesin pertanian di Tanah Air cukup potensial. Sebab, katanya, mayoritas petani dan penggarap sektor agro masih menggunakan cara produksi tradisional.

“Padahal, saat ini sektor pertanian tengah ditantang adanya kelangkaan tenaga kerja, sehingga kehadiran alat dan mesin pertanian bisa jadi solusi meningkatkan efisiensi pertanian,” ungkapnya.

Pada kuartal pertama tahun ini, Pindad akan memasok sebanyak 200 unit traktor multiguna untuk pengadaan Kementan. Selain itu, produk lain seperti mesin Rotatanam dan Excavator pun telah dipasok untuk keperluan proyek dari anggaran negara.