Jawa Barat - Bisnis.com
Senin, 25 Juni 2018

Cara Efektif Menurunkan Berat Badan Dengan Diet Mediterania

Ilham Budhiman Rabu, 28/02/2018 09:10 WIB
Cara Efektif Menurunkan Berat Badan dengan Diet Mediterania
Ilustrasi
Daily Mail

Bisnis.com, BANDUNG - Menjadi vegetarian dan melaksanakan pola makan Mediterania ternyata efektif untuk menurunkan berat badan dan menjaga kesehatan, menurut sebuah penelitian baru.

Dengan menghindari makan daging ternyata bisa mengurangi berat badan 1,9 kg dalam waktu tiga bulan. Sementara diet Mediterania dikenal kaya dengan minyak zaitun, sayuran, dan ikan, yang bisa menurunkan berat badan hingga 1,8 kg.

“Orang yang mengonsumsi makanan berupa sayuran atau vegetarian dan rendah kalori bisa mengurangi risiko penyakit kardiovaskuler. Itu sama seperti diet mediterania yang juga rendah kalori,” kata peneliti Universitas Florence dan Rumah Sakit Universitas Careggi, Dr Francesco Sofi, dilansir Daily Mail, Rabu (28/2).

Temuan juga menunjukkan bahwa diet vegetarian menyebabkan penurunan kadar kolesterol darah yang lebih besar. Sedangkan cara makan ala Mediterania lebih efektif menurunkan jumlah lemak yang bersirkulasi dalam darah. Kedua hal ini terkait dengan penurunan risiko penyakit jantung.

Profesor di University of California Dr Cheryl Anderson mengungkap dua pola diet vegetarian dan Mediterania memang mampu mencegah obesitas dan penyakit kardiovaskular. “Makanan yang sehat adalah makanan yang segar dan sedikit gula dan lemak,” katanya.

Diet Mediterania memang dikenal sebagai diet yang menyehatkan. Diet tersebut menghindari konsumsi daging merah, alkohol, dan makanan tinggi kalori.

Diet itu fokus pada buah-buah, sayuran, kacam, gandung, ikan, serta biji-bijian. Selain itu diet Mediterania juga mampu mengurangi tingkat kolesterol di dalam darah.

Para peneliti menganalisis 107 orang yang kelebihan berat badan dengan usia rata-rata 51 tahun. Peserta penelitian memiliki risiko penyakit jantung yang rendah sampai sedang. Mereka ditugaskan untuk mengikuti pola makan vegetarian rendah kalori atau Mediterania selama tiga bulan.

Hasilnya, dipublikasikan di jurnal Circulation.