Jawa Barat - Bisnis.com
Rabu, 26 September 2018

Malang Nasib Oman, Sakit Komplikasi Lalu Digugat Cerai Sang Istri

Wisnu Wage Selasa, 27/02/2018 11:18 WIB
Malang Nasib Oman, Sakit Komplikasi Lalu Digugat Cerai Sang Istri
Dedi Mulyadi

Bisnis.com, PURWAKARTA--Oman (38) harus menjalani getirnya kehidupan sendirian. Ia mengidap penyakit komplikasi jantung dan paru-paru sekaligus.

Warga Desa Cibarusah, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi itu juga kini tinggal sendirian di rumah. Pasalnya, sang istri pergi karena tidak mau merawat dia yang sakit-sakitan.

"Sudah setahun lalu penyakit ini. Gak tahu asalnya gimana," jelasnya saat berkeluh kesah di hadapan calon Wakil Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Senin (26/2/2018) malam.

Rumah tangganya pun kini diujung tanduk. Oman menceritakan bahwa sang istri kini meminta cerai karena beban hidup bersamanya yang berat.

"Tinggal mah sama kakak, istri kan pergi, bahkan minta cerai. Mungkin istri saya sudah tidak mau mengurus saya," keluhnya lirih.

Keinginan Oman saat ini hanya sembuh dan menjalani kehidupan sebagaimana sedia kala sebelum terjangkit dua penyakit mematikan itu. Akan tetapi, ketiadaan biaya membuat keinginan tersebut belum bisa terlaksana.

"Maunya normal lagi, bisa kerja normal, sekarang kuli serabutan juga gampang lelah. Saya bukannya gak mau berobat, tapi kan gimana, gak ada biaya," katanya.

Secercah harapan untuk sembuh kini muncul dari calon Wakil Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Dia memintanya untuk memeriksakan diri ke rumah sakit agar mendapatkan pelayanan medis.

"Sudah kang dirawat saja, tenang, jangan berpikir biaya," kata Dedi.

Dedi Mulyadi memandang, selama dalam perjalanan bersosialisasi ke tengah masyarakat, dia selalu menemukan masalah yang hampir sama.

Menurut dia, masalah tersebut sama sekali tidak berkaitan dengan politik, melainkan murni masalah kemanusiaan. Maka, solusi atas masalah tersebut harus direalisasikan saat itu juga.

"Ini konteksnya kemanusiaan, saya bisa keliling, memutus dan menyelesaikan masalah secara langsung," ujarnya.

Untuk diketahui, Dedi Mulyadi sudah memulai kegiatan sapa warga sejak Tahun 1999. Saat itu, dirinya masih menjabat sebagai Anggota DPRD Purwakarta.

Kondisi tanpa jarak dan tanpa sekat yang berhasil ia bangun berhasil mengantarkannya menjadi Wakil Bupati Purwakarta dan Bupati Purwakarta selama dua periode.

Di Pilgub Jawa Barat ini, cara tersebut masih konsisten dia laksanakan. Menurut dia, nilai kemanusiaan berada jauh di atas nilai-nilai politik.

"Politik memang penting, tetapi memperjuangkan nilai kemanusiaan itu jauh lebih penting," ucapnya.