Jawa Barat - Bisnis.com
Kamis, 21 Juni 2018

Sinergi BPJS Kesehatan Dalam Deteksi Dini Kanker Serviks

Ilham Budhiman Sabtu, 24/02/2018 10:07 WIB
Sinergi BPJS Kesehatan Dalam Deteksi Dini Kanker Serviks
Ilustrasi
Bisnis

Bisnis.com, BANDUNG - Dalam rangka menekan jumlah penderita kanker serviks di Indonesia, Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja bersinergi dengan BPJS Kesehatan Kedeputian Wilayah Jawa Barat dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat menggelar kegiatan Deteksi Dini Kanker Leher Rahim pada Perempuan melalui Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Jatinangor, Kabupaten Sumedang (24/02/2018).

Pemeriksaan IVA ini masuk dalam rangkaian kegiatan Seminar “Pola Asuh Anak dan Remaja Dengan Penuh Cinta dan Kasih Sayang” dengan sasaran peserta yaitu anggota Pembinaan Kesehatan Keluarga (PKK) Pusat dan PKK Wilayah Jawa Barat, Dharma Wanita Kementerian Dalam Negeri dan Unit IPDN, serta anggota Gabungan Organisasi Penyelenggara Taman Kanak-kanak (TK) Indonesia (GOPTKI) Wilayah Jawa Barat.

Pelaksanaan kegiatan tersebut merupakan wujud apresiasi khususnya bagi PKK, Dharma Wanita dan GOPTKI yang telah berpartisipasi dalam kegiatan seminar, serta merupakan upaya untuk mendukung penuh program promotif dan preventif, khususnya program Deteksi Dini Kanker Serviks bagi Wanita Indonesia.

“Sebagai penyelenggara program JKN-KIS yang sudah empat tahun beroperasi, BPJS Kesehatan siap mengawal dan menyukseskan misi OASE dalam meminimalisir angka penderita kanker serviks di Indonesia," kata Deputi Direksi Wilayah Jawa Barat Mohammad Edison, dalam siaran persnya.

Edison menambahkan, deteksi dini kanker serviks masuk dalam skema pembiayaan program JKN-KIS. Sebagai informasi, kanker serviks tidak menimbulkan gejala dan sulit terdeteksi pada stadium awal, oleh karena itu sebaiknya lakukan skrining kesehatan melalui layanan kesehatan deteksi dini bagi peserta JKN-KIS.

"Terlebih, program pemeriksaan IVA tersebut sejalan dengan implementasi program promotif preventif yang senantiasa dilakukan BPJS Kesehatan untuk meningkatkan derajat kesehatan penduduk Indonesia,” lanjutnya.

Kegiatan Pemeriksaan IVA bersinergi dengan OASE Kabinet Kerja di IPDN ini berjalan dengan lancar dan menjaring sekitar 300 orang, bekerjasama dengan pihak IPDN, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang dan Puskesmas Jatinangor.

Pada tahun 2017, secara Nasional terdapat 238.010 peserta JKN-KIS yang telah menjalani pemeriksaan IVA. Khusus untuk Kedeputian Wilayah Jawa Barat terdapat 11.538 peserta JKN-KIS yang telah menjalani pemeriksaan IVA.

Berdasarkan data sampai dengan Januari 2018, terdapat 22.751.818 jiwa penduduk di wilayah kerja Kedeputian Wilayah Jawa Barat yang telah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS, terdapat total 2.050 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang bermitra dengan BPJS Kesehatan, yang terdiri atas 830 Puskesmas, 671 Klinik Pratama, 413 Dokter Praktik Perorangan, 59 Dokter Praktik Gigi Perorangan, 77 Klinik TNI/Polri.

Selain itu, BPJS Kesehatan juga sampai dengan Januari 2018 telah bekerja sama dengan 308 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) yang terdiri atas 166 Rumah Sakit, termasuk di dalamnya 21 Klinik Utama, 57 Apotek, serta 64 Optik.