Jawa Barat - Bisnis.com
Rabu, 26 September 2018

Proyek Bandara Kertajati Nihil Kecelakaan Kerja

Wisnu Wage Jum'at, 23/02/2018 11:48 WIB
Proyek Bandara Kertajati Nihil Kecelakaan Kerja
Garbarata sudah terpasang di Bandara Kertajati
Istimewa

Bisnis.com, BANDUNG--Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kecamatan Kertajati, kedatangan Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Rabu (21/2/2018) kemarin.

Kunjungan kerja para wakil rakyat tersebut untuk memeriksa kesiapan bandara yang akan beroperasi pertengahan 2018 ini. Rombongan komisi yang membidangi - Perhubungan, Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, Pembangunan Pedesaan dan Kawasan Tertinggal, Meteorologi, Klimatologi & Geofisika dipimpin Wakil Ketua Komisi V F-PD DPR RI Anton Sukartono Suratto.

Turut mendampingi Wakil Ketua Komisi V V/F-PKS DPR RI Sigit Sosiantomo, dan beberapa Anggota Komisi V DPR RI. Hadir juga Bupati Majalengka Sutrisno beserta jajarannya Direktur Bandarudara, Bintang Hidayat, Komisaris dan Direksi PT BIJB beserta jajarannya.

"Kita kunjungan ke sini untuk mengawasi lebih awal. Kita harapkan dengan fungsi kita ini, bandara bisa menjadi lebih baik karena tentunya. Kita ingin BIJB bisa menjadi bandara terbaik untuk saat ini. makanya kita lihat infrastruktur, kalau bandara memang sudah dibangun, sarana lainnya harus kita perhatikan," kata Anggota Komisi V DPR RI Agung Budi Santoso dalam rilis resmi PT BIJB.

Dalam kunjungan tersebut, Agung juga menekankan bahwa Bandara Kertajati meski sudah bertaraf internasional tapi tidak mengesampingkan nilai-nilai kearifan lokal. Bandara Kertajati yang memang diproyeksikan untuk memecah kepadatan Bandara Soekarno-Hatta dan Husein Sastranegara harus memiliki identitas Jawa Barat.

"Kami selalu berpesan karena ini menjadi gerbang ini harus ada kesan orang yang turun ke sini benar benar masuk kewilayah Jabar," ujarnya.

Sebagai proyek strategis nasional, Agung juga memuji pengerjaan sisi darat dimana PT BIJB menjadi pelaksana pembangunan nihil kecelakaan kerja atau no accident. Proyek yang sudah berjalan dua tahun dimana beberapa paket pengerjaan dilakukan Adhi Karya, PT Wika dan PT Pembangunan Perumahan (PP) bisa berjalan sesuai target tanpa mengesampingkan standar keamanan.

"Itu artinya pekerjaan sudah sesuai standar operasional prosedur. Jadi siapa berbuat apa, semuanya mengutamkan alat keselamata. Sampai detik ini ga ada kecelakaan. Kita apresiasi PT BIJB yang sudah membangun bandara ini. Jadi wajib diperytahankan sehingga tidak ada kecelakaan sekecil apapun," ujarnya.