Jawa Barat - Bisnis.com
Rabu, 19 September 2018

Tak Lagi Jabat Bupati, Dedi Mulyadi Masih Sering Terima Keluhan Warga Purwakarta

Wisnu Wage Rabu, 21/02/2018 14:50 WIB
Tak Lagi Jabat Bupati, Dedi Mulyadi Masih Sering Terima Keluhan Warga Purwakarta
Dedi Mulyadi

Bisnis.com,PURWAKARTA--Lepas dari jabatan Bupati Purwakarta ternyata tidak membuat Dedi Mulyadi bernafas lega. Pasalnya, Dedi Mulyadi masih kerap menerima laporan permintaan bantuan dari warga Purwakarta yang sedang mengalami kesulitan. 

Munculnya berbagai laporan tersebut tak lain karena selama menjabat sebagai wakil bupati maupun Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi dikenal responsif terhadap keluhan. Bahkan, salah satu kader terbaik Nahdlatul Ulama itu selalu menyelesaikan keluhan tersebut hingga tuntas. 

Seperti laporan salah seorang warga dari Kampung Sukarata, Kelurahan Ciseureuh, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta. Warga bernama Ikhwan itu melaporkan ihwal korban kebakaran akibat tabung gas melon 3 KG di wilayah tersebut. 

Berdasarkan keterangannya, kejadian itu berlangsung pada Rabu 7 Februari 2018 lalu, Pukul 05.50 WIB pagi. Akibat ledakan tersebut, setidaknya 4 rumah warga terbakar dan juga menimbulkan 8 orang korban. Seluruh korban dilarikan ke Rumah Sakit Bayu Asih saat itu juga. 

Kedelapan korban tersebut adalah Yepri (35), Sumarno (50), Ade (40), Jumilah (30), Beril (6), Popon (45), Nia (25) dan Deni (17). Dua dari delapan korban tersebut diketahui hari ini, Sabtu 17 Februari 2018 telah meninggal dunia dan dimakamkan di pemakaman umum setempat. 

"Itu kebetulan yang menjadi korban kan warga miskin semua. Jadi, saya enggak tega, mau minta bantuan ke siapa, saya bingung. Tadi pagi saya kirimkan ke nomor SMS center pribadi Kang Dedi Mulyadi," kata Ikhwan. 

Pihak keluarga korban menurut Ikhwan, tidak mampu menanggung biaya perawatan di Rumah Sakit Bayu Asih. Apalagi, keluarga korban yang meninggal kini membutuhkan biaya tambahan bekas pemulasaraan jenazah dan tahlilan selama 7 hari ke depan. "Kasihan saja, apalagi keluarga yang meninggal, Yepri dan anaknya, Beril tadi meninggal," katanya. 

Keluhan tersebut ternyata direspon oleh Dedi Mulyadi yang kini mencalonkan diri sebagai Wakil Gubernur Jawa Barat. Dedi Mulyadi diketahui bersedia menanggung seluruh biaya perawatan para korban berikut biaya yang muncul karena pemulasaraan jenazah korban. "Namanya diminta bantuan ya selama kita mampu harus bantu," ujar Dedi Mulyadi. 

Kesedihan memang berkecamuk dalam diri pria yang lekat dengan iket Sunda jenis makutawangsa tersebut. Dedi Mulyadi merasa khawatir terhadap nasib warga Purwakarta jika suatu saat terjadi kejadian serupa. "Saya khawatir pada mereka, siapa nanti yang mau menolong kalau saya enggak ada," kata Dedi Mulyadi sambil terlihat berkaca-kaca. 

Apalagi, kata Dedi Mulyadi, regulasi KPU Jawa Barat menjadikan dirinya harus ekstra hati-hati saat memberikan bantuan kepada warga. "Saya yakin tidak ada masalah. Ini soal kemanusiaan, bukan soal politik," ucap Dedi Mulyadi