Jawa Barat - Bisnis.com
Jum'at, 23 Februari 2018

PILWALKOT BANDUNG 2018: Ini Tafsiran Nuruli Soal Nomor Urut Satu

Ilham Budhiman Selasa, 13/02/2018 18:51 WIB
PILWALKOT BANDUNG 2018: Ini Tafsiran Nuruli Soal Nomor Urut Satu
Nurul Arifin-Chairul Yaqin Hidayat
Istimewa

Bisnis.com, BANDUNG - Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung 2018 Nurul Arifin-Chairul Yaqin Hidayat (Nuruli) memiliki tafsiran tersendiri menyoal nomor urut satu yang didapatkannya usai penetapan nomor urut paslon, di Gor Pajajaran, Selasa (13/2).
 
Nuruli mendapat nomor urut satu setelah mengikuti serangkaian acara yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandung dalam rapat pleno terbuka bertema 'Simaung Show'.
 
"Nomor satu itu berarti yang terutama, prioritas dan fokus. Kata Ruli (sapaan Chairul) tidak ada nomor sebelum nomor satu," ujar kandidat Wali Kota Bandung periode 2018-2023 Nurul Arifin usai proses acara.
 
Menurut Nurul, mendapat nomor urut satu membuat pihaknya harus bekerja keras lantaran mengemban tanggung jawab yang besar. Nomor satu ditafsirkan sebagai upaya membawa Bandung sukses di masa depan.
 
"Nah justru nomor satu menjadi berat. Karena kita harus bekerja secara keras. Namun demikian itulah yang menjadi prinsip kami dalam bekerja keras demi kesuksesan Kota Bandung ke depan," ujarnya.
 
Sementara itu, calon Wakil Wali Kota Bandung Rulli Hidayat menambahkan, nomor satu ditafsirkan sebagai nomor yang tegas lantaran memiliki satu garis lurus yang sesuai dengan niat untuk membawa Kota Bandung lebih baik ke depannya.
 
"Nomor satu itu garis lurus yang tegas gitu, lurus sesuai dengan niat kami untuk melayani warga Bandung, niatan meluaskan ladang amal dan tegas  menggambarkan wali kita yang tegas. (Calon) wali kotanya tegas banget rada galak. Tapi itu bagus, itu yang dibuktikan," ungkap Rulli.
 
Sementara ketika disinggung mengenai awal kampanye pada 15 Februari mendatang, Rulli mengaku belum menentukan wilayah mana yang akan disasar untuk menarik simpati warga Kota Bandung. Meski demikian, kampanye akan difokuskan pada titik-titik padat dan wilayah perbatasan.
 
"Kita belum menentukan ya, tapi kan kita berjalan bukan baru akan beberapa hari ke depan. Kita sudah berjalan 6 bulan ini menyusuri wilayah-wilayah. Kita akan tetap konsisten pada daerah-daerah  padat, wilayah perbatasan yang selama ini kurang tersentuh," ungkapnya.
 
"Supaya ada kesejahteran yang merata karena kesenjangan ekonomi di Bandung cukup tinggi dan lebih untuk bisa masuk jadi kota yang layak huni," katanya.

Apps Bisnis.com available on: