Jawa Barat - Bisnis.com
Sabtu, 26 Mei 2018

LRT METRO KAPSUL: Ridwan Kamil Ungkap Sulitnya Urus Perizinan

Ilham Budhiman Selasa, 13/02/2018 09:02 WIB
LRT METRO KAPSUL: Ridwan Kamil Ungkap Sulitnya Urus Perizinan
Ridwan Kamil
Bisnis/Atang

Bisnis.com, BANDUNG - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil nampak semringah saat pelaksanaan pencanangan LRT Metro Kapsul Koridor III di Jalan Dalem Kaum, Senin (12/2). Bahkan, dia berulang kali meninjau purwarupa Metro Kapsul yang dihadirkan di dekat Masjid Alun-alun Bandung.

Di hadapan wartawan dan warga yang hadir, Ridwan Kamil mengatakan jika proyek pembangunan transportasi massal ini adalah proyek impiannya. Selama kurun waktu 4 tahun masa kepemimpinannya, betapa beratnya mengurus segala perizinan hingga ke tingkat pusat.

"Di samping skema bisnisnya yang belum pernah ada, yang paling lama itu (perizinan) dari Kementerian Perhubungan. Makanya tadi mengapa ada seremoni supaya bisa melihat bahwa yang paling sulit adalah perizinan dari Kemenhub," kata Ridwan Kamil.

Pria yang kerap disapa Emil menjelaskan, sulitnya mengurus perizinan ke tingkat pusat memang dirasa masuk akal lantaran kajian dalam pembangunan LRT Metro Kapsul adalah yang pertama di Indonesia.

"Karena ini pertama di Indonesia, kajiannya lama, tapi ternyata berhasil turun (izinnya). Alhamdulillah," katanya.

Meski penyelesaiannya ditargetkan dalam kurun 1,5 tahun, Emil merasa bangga lantaran dirinya yang memulai proyek ini. Dia dipastikan tak akan meresmikan proyek ini karena masa jabatannya habis pada bulan September tahun ini.

"Proyek berlangsung 1,5 tahun, jadi mungkin diresmikannya oleh wali kota yang baru. Tapi, biarkan sejarah mencatat saya yang melahirkan dan mencari upaya dari mencari posisi yang tidak mungkin menjadi mungkin, ini berkat segala doa dan upaya," ujarnya.

"Saya sampaikan yang terpenting, bahwa ini mimpi yang panjang setelah empat tahun akhirnya bisa kita mulai, ternyata bisa tanpa mengandalkan APBN atau dana negara," katanya.

SKEMA BISNIS

Kerja sama Pemerintah Badan Usaha (KPBU) dengan nilai investasi Rp 1,38 triliun melalui skema Build Operate Transfer (BOT) dengan masa konsesi 30 tahun adalah awal dimulainya sistem transportasi massal ini.

Pembiayaan investasi 100% berasal dari PT PP (Persero) Tbk. sehingga tidak sedikitpun menggunakan APBN atau APBD. Transportasi massal yang disebut sebagai pemecah kemacetan di Kota Bandung ini akan melibatkan PD Pasar Bermartabat.

"PD Pasar dilibatkan juga sebagai investor namun hanya sekian persen saja. Dan hanya untuk koridor tiga saja," kata Emil. "Pasar yang dilalui yakni Pasar Baru, ITC Kebonkalapa, Pasar Ancol, Pasar Palasari, dan Pasar Kosambi," lanjutnya.

Meski demikian, PD Pasar tak langsung menyetor dana investasi. Kata Emil, PD Pasar akan mulai ikut setelah memungkinan memiliki keunggulan dari sisi investasinya. "Baru nanti PD Pasar diperkenankan ikut," katanya.

Emil berujar, dengan nilai investasi sekira 1,4 triliun maka panjang koridor III ini hanya mencapai 8,5 kilometer saja. Ke depan, tidak menutup kemungkinan dalam pembangunan koridor I atau II akan melibatkan perusahaan daerah lainnya.

"Yang penting mah bisnis dengan bisnis saja. Itu cara kita. Nanti tahap dua dengan PT BII. Untuk koridor tiga kan melalui pasar, maka kita libatkan PD Pasar," ujarnya.

RUTE

Proyek LRT Bandung akan dimulai di titik koridor III sepanjang 8,5 kilometer yang akan melintas di Stasiun Hall, Pasarbaru, Alun-alun, ITC/Abdul Muis, Pasar Ancol/Unla, Buahbatu, Palasari, Papandayan, Pasar Kosambi, Veteran, dan Viaduct.

Di koridor ini, Metro Kapsul akan melintasi pasar-pasar tersebut terutama pasar tradisional. Tiket yang dipatok hanya Rp6.000 per-Rp7.500 per sekali jalan.

Metro Kapsul yang 98% sejatinya karya anak bangsa mampu mencapai kecepatan hingga 60 kilometer/jam dengan kapasitas 50 orang dan kedepannya LRT tersebut dapat beroperasi tanpa masinis.

Apps Bisnis.com available on: